FSEDAR dan PBHI Jawa Barat Teken MoU Kerja Sama Advokasi

FSEDAR dan PBHI Jawa Barat Teken MoU Kerja Sama Advokasi

Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (FSEDAR) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding) kerja sama dalam bidang advokasi dengan Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Jawa Barat, Minggu (3/3/2019).

Penandatanganan dilakukan oleh Saiful Anam selaku Ketua FSEDAR dan Rizky Ramdani, Ketua Badan Pengurus PBHI Wilayah Jawa Barat di aula FSEDAR yang berlokasi di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Kerja sama ini merupakan bagian dari program pemajuan kapasitas bidang advokasi FSEDAR agar mampu menyediakan bantuan advokasi untuk anggota secara komprehensif. Di saat yang sama, PBHI Jawa Barat juga memiliki program pengorganisasian pembela hak asasi manusia (Human Rights Defenders).

“Ke depannya kita akan mengadvokasi kasus-kasus perburuhan maupun non perburuhan seperti kasus KDRT, kasus tanah dan kasus-kasus rakyat lainnya,” kata Saiful.

FSEDAR juga memberikan beasiswa kuliah hukum untuk 10 pengurus dan anggota yang dipersiapkan menjadi pembela buruh dan hak asasi manusia.

Menurut Rizky Ramdani, konsep paralegal bisa digunakan untuk mengadvokasi masyarakat meskipun dibatasi oleh Undang-Undang. Apalagi kebutuhan akan advokat publik sangat besar karena hanya sedikit advokat yang memiliki perhatian pada perkara-perkara publik, terutama masyarakat marjinal. Perkara yang harus diselesaikan menumpuk.

“Harapannya adalah karena kita mengadvokasi hukum, banyak orang awam yang berpikir berurusan dengan hukum adalah sesuatu yang menakutkan, apalagi berurusan dengan perkara pidana. Pasti pikirannya polisi dan penjara. Sama saya ingin diubah pandangan seperti itu. Malahan melalui hukum itu kita bisa berdaya atau bermanfaat untuk kita, untuk mengambil hak-hak kita,” kata Rizky yang biasa disapa Astro ini.

Ada delapan klausul yang diperjanjikan dalam MoU ini, di antaranya bersama-sama mendorong negara menjalankan kewajibannya menghormati, melindungi dan memenuhi hak asasi manusia; membela korban pelanggaran hak asasi manusia serta memajukan kapasitas organisasi kedua belah pihak.

Share this post

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.