Buruh Hamil Harus Dapat Perlindungan

Buruh Hamil Harus Dapat Perlindungan

Buruh hamil mengalami kerentanan karena kondisi fisik mereka tidak memungkinkan untuk bekerja berat. Kondisi ini dirasakan oleh pekerja perempuan di PT Alpen Food Industry yang belum memberikan perlakuan khusus yang layak dan masih memberlakukan kerja malam bagi pekerja hamil.

Pabrik yang berlokasi di Kawasan MM2100 ini masih mempekerjakan buruh perempuan hamil sebagaimana pekerja yang lain. Serikat pekerja menerima berbagai keluhan mengenai kondisi kerja yang tidak sesuai dengan kondisi fisik perempuan yang sedang hamil.

Selain masih kena shift malam, buruh juga masih dituntut dengan target. Serikat pekerja mencatat 10 kasus keguguran, dari meninggal dalam kandungan maupun meninggal saat dilahirkan.

Buruh berharap agar pabrik yang memproduksi es krim AICE ini memiliki kebijakan yang lebih baik dan khusus untuk melindungi buruh hamil yang rentan. Karena UU Ketenagakerjaan No. 13/2003 maupun Perda Ketenagakerjaan Kab. Bekasi No. 4/2016 sudah ada perlindungan untuk pekerja hamil.

Contohnya Pasal 54 ayat (1) Perda Ketenagakerjaan menyebutkan: “Pengusaha dilarang mempekerjakan Pekerja/Buruh perempuan pada malam hari sejak dinyatakan hamil sampai dengan melahirkan dan dimasa menyusui sampai bayi berusia 24 (dua puluh empat) bulan.” Di ayat (5) disebutkan pula bahwa sanksi bagi pelanggaran terhadap ayat (1) dikenakan sanksi pidana.

Blog adalah kolom yang berisi posisi-posisi individu pengurus, anggota maupun eksternal untuk bertukar-pikiran. 

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.