Etos Sosialis Sukseskan Pendidikan di Kuba

Etos Sosialis Sukseskan Pendidikan di Kuba
Anak-anak sekolah di Kuba. Foto: Adam Jones/Creative Commons

Selama pertengahan semester di bulan Oktober, saya cukup beruntung menjadi salah seorang dari 25 guru NEU yang mengambil bagian dalam delegasi solidaritas ke Kuba. Saya melamar menjadi delegasi karena, setelah mengajarkan Millenium Development Goals (MDGs) dalam banyak sekali pelajaran geografi selama bertahun-tahun ini, saya menyadari bahwa Kuba adalah salah satu dari negeri yang pertama yang mencapai pendidikan dasar universal untuk semua orang. Lebih dari itu, pengetahuan saya mengenai Kuba memang agak terbatas sebelum saya ke sana. Dalam banyak hal, masih tetap terbatas, tapi enam hari mengunjungi sekolah-sekolah dan melihat sistem pendidikan Kuba telah meninggalkan kesan mendalam pada diri saya.

Salah satu hal yang membuat semua delegasi merasa terpukul, adalah bagaimana seni sangat dihargai dalam kurikulum sekolah. Di setiap sekolah yang kami kunjungi, terdapat pertunjukan di mana peserta didik berbagi nyanyian, musik, tarian, puisi dan seni ekspresi lainnya. Jelas bahwa dalam pertunjukan mereka, yang berstandar sangat tinggi, tulus dan bahwa pelajar percaya diri dalam mengekspresikan diri.

Dalam beberapa hal, yang paling mengejutkan adalah bagaimana nyamannya remaja laki-laki mengekspresikan diri mereka melalui sarana-sarana ini—sangat kontras dengan anak laki-laki 14 tahun di kelas saya, mayoritas malu dalam mengekspresikan perasaan atau emosi apapun. Bagi diri saya dan delegasi lainnya, realisasi dalam kepercayaan diri ini (telah) ditanamkan sejak usia muda, tidak hanya melalui kurikulum, tapi juga dari sebuah budaya yang memberikan nilai sesungguhnya untuk kesenian.

Kami mendapatkan keistimewaan mengunjungi sebuah sekolah musik di Havana dan sebuah sekolah seni pertunjukan di Pinar. Pertunjukan-pertunjukan di sana mengejutkan kami, siswa mengikuti kurikulum sepenuhnya seperti yang diajarkan di sekolah-sekolah lain, tapi dengan pelajaran instrumental (alat musik) tambahan, pelajaran menari dan lainnya pada sore hari. Jadi, siswa mampu mengembangkan potensi penuh mereka, contohnya dalam musik dan tarian, sementara mereka tetap menerima kurikulum (pelajaran) sepenuhnya.

Semua ini dibiayai sepenuhnya oleh negara dan proses seleksi adalah kolaborasi antara peserta didik, keluarga, sekolah dasar dan sekolah khusus. Peserta didik perlu memiliki kemauan untuk mendedikasikan diri mereka pada fokus tertentu, dan tetap mengikuti kegiatan sekolah biasa mereka. Dengan demikian, tempat mereka disediakan gratis, sebagaimana seluruh pendidikan di Kuba. Hal ini kontras dengan Inggris, di mana pelajar yang mendapatkan nilai 8 dalam piano atau violin biasanya memiliki orang tua yang mampu membiayai kursus privat.

Di sekolah negeri non-spesialis, menyanyi dan menari dihargai sangat tinggi dan mengambil bagian integral dalam kurikulum, dari sekolah khusus untuk tunanetra sampai sekolah komunitas lokal. Membandingkan hal ini dengan Inggris, di mana dengan pemotongan anggaran pemerintah, berarti guru-guru musik sedang dikurangi dari sekolah-sekolah dasar dan adanya reformasi GCSE, berarti semakin sedikit waktu yang dihabiskan untuk seni ekspresi. Benar saja, beberapa sekolah memangkas seluruhnya.

Sebagai bagian dari delegasi, kami mengunjungi dua sekolah berkebutuhan khusus. Sekolah-sekolah ini tidak hanya melayani pelajar tunanetra, tapi juga pelajar dengan kebutuhan khusus lainnya dan juga disabilitas. Lagi-lagi, semua sekolah ini dibiayai sepenuhnya oleh negara. Hal pertama yang Anda (bisa) perhatikan adalah tingkat kepegawaian yang tinggi. Di salah satu sekolah yang kami datangi, rasio guru dan murid adalah 1:3, termasuk guru-guru spesialis dan ahli optik.

Sangat jelas bahwa hubungan guru-guru itu dengan siswa-siswi dibangun dengan cinta. Dalam beberapa hal, hal ini mungkin terdengar aneh dalam konteks Inggris, di mana di sana terlalu banyak fokus pada pengetahuan dan nilai ujian dan di mana guru-guru merasa selalu di bawah pengawasan, tapi di Kuba, seluruh etosnya berbeda.

Tingkatan yang tinggi dalam pembiayaan pendidikan dan terbatasnya jumlah murid di kelas berarti guru memiliki kesempatan mengembangkan hubungan berdasarkan pengasuhan dan perawatan, dan sungguh-sungguh mengetahui siswa-siswi mereka, ketimbang berdasarkan tekanan dari atas dan dimintai pertanggungjawaban.

Sebaliknya, di Inggris, kita melihat pemotongan anggaran menyebabkan pengurangan besar-besaran dan yang pertama mengalaminya adalah asisten-asisten guru dan pegawai pendukung lainnya yang bekerja untuk pelajar yang paling rentan, banyak di antara pelajar berasal dari kalangan kurang beruntung.

Etos berbeda yang mendasari hal-hal di Kuba, adalah dukungan diberikan kepada guru dan nilai yang diberikan pada pekerjaan mereka dalam hal keahlian dan pengetahuan pedagogi serta pemahaman mereka pada proses belajar dan mengajar. Kuba benar-benar berinvestasi dalam hal ini dengan proporsi guru yang besar yang kami temui itu, dididik dalam level Master atau PhD (doktor). Sekali lagi, semuanya disediakan gratis oleh negara.

Jika seorang guru berjuang, mereka diberikan dukungan untuk memperbaiki, termasuk seorang mentor dan jadwal (mengajar) yang dikurangi, untuk memberikan mereka waktu tambahan merencanakan sesi mengajar. Perwakilan serikat mereka adalah bagian dari tim yang mendukung mereka dan dapat menantang mereka tidak hanya dalam proses, tapi penilaian kualitas mengajar jika mereka merasa hal ini tidak adil. Secara keseluruhan guru-guru yang kami temui menggambarkan hal ini sebagai sistem suportif di mana ada niat yang nyata untuk mendukung peningkatan, bukan sistem hukuman di mana mereka merasa di bawah pengawasan dan tekanan yang meningkat.

Sebuah contoh lain dalam investasi pendidikan adalah kurikulum baru yang sedang diujicobakan di Pinar de Rio, yang mana guru-guru di salah satu sekolah yang kami kunjungi membicarakannya. Ini adalah bagian dari peninjauan nasional kurikulum, yang sedang diujicobakan di sejumlah provinsi sebelum diimplementasikan di seluruh kepulauan. Awal proses dilakukan dua tahun sebelumnya ketika pemerintah memutuskan ingin mengembangkan sebuah kurikulum baru sehingga pemerintah meminta serikat guru mengadakan pertemuan di setiap sekolah untuk berdiskusi apa yang guru-guru rasakan yang harus ditingkatkan.

Guru-guru dan serikat terlibat sejak awal, hingga keputusan akhir tentang kurikulum. Pemerintah memanfaatkan keahlian para guru, melalui serikat mereka, daripada melakukan pendekatan atas-bawah di mana orang-orang yang belum pernah mengajar dilibatkan dalam pembuatan keputusan tentang kurikulum kunci (utama). Guru-guru yang kami temui terkejut saat (mengetahui) seseorang yang tidak pernah bekerja dalam bidang pendidikan menjadi menteri pendidikan di Inggris.

Terlepas dari semua hal luar biasa yang kami lihat, dampak dari blokade tidak bisa dihindari; ada di sana, tepat di depan Anda. Bangunan-bangunan sekolah hancur berantakan. Di sebuah sekolah, toilet tidak memiliki air mengalir, dan semua sekolah sangat kekurangan sumber daya. Dosen-dosen universitas membicarakan bagaimana mereka sangat tertinggal dalam hal IT, dan dampaknya terhadap mahasiswa-mahasiswi sarjana dan pascasarjana. Terlepas dari status kelas dunia yang diakui atas pendidikan tinggi di Kuba dan fakta bahwa semua orang Kuba dapat belajar sampai ke tingkat Master secara gratis, hal ini jelas membatasi kesempatan belajar yang tersedia di universitas-universitas, dan di sekolah-sekolah.

Sekolah berkebutuhan khusus harus berbagi mesin braille yang sangat sedikit di antara banyak siswa, karena mesin, atau termasuk komponennya, dibuat di Amerika Serikat. Sebagai bagian dari dukungan material yang kami berikan, kami membawa 12 mesin braille yang kami berikan kepada sekolah berkebutuhan khusus yang kami kunjungi. Tapi hal ini adalah (ibarat) setitik air di lautan.

Solidaritas (untuk) Kuba adalah menggalang dana untuk mendapatkan lebih banyak mesin-mesin braille, menghancurkan blokade dan mendukung beberapa siswa-siswi yang paling rentan di Kuba. Selain itu, Cuba Solidarity Campaign dan National Education Union telah meluncurkan Kampanye Play for Cuba, untuk mengumpulkan alat-alat musik baru maupun bekas untuk musisi-musisi muda Kuba. Alat-alat musik ini akan dikumpulkan dalam kontainer pengiriman yang besar di Konferensi NEU pertama di Liverpool pada April, setelah itu akan dikirim menyeberang ke Kuba.

Terlepas dari segala tantangan yang dihadirkan oleh blokade, dan hal itu adalah tantangan yang nyata, sistem pendidikan Kuba adalah inspirasi yang nyata bagi kami semua yang berkunjung. Pelajar ingin berada di sekolah karena sekolah-sekolah tersebut sangat inklusif dan sangat positif, dan karena menawarkan pendidikan yang luas dan seimbang yang bermanfaat bagi setiap siswa. Sekolah adalah tempat yang membahagiakan bagi mereka dan berkontribusi bagi pengembangan mereka sebagai warga masa depan Kuba.

Saat saya merenungkan perbedaan yang kontras antara pendidikan di Kuba dengan pendidikan di Inggris, saya tidak bisa tidak membayangkan bagaimana sebuah pemerintah yang satu dapat melakukannya dengan begitu benar dan pemerintah yang lain bisa melakukannya dengan begitu salah.

Satu prinsip fundamental yang mendasari semuanya. Mereka berbagi apa yang mereka miliki, daripada membagikan apa yang tersisa.

(Daisy Maxwell, guru geografi sekolah menengah di London, 2 Februari 2019)

Diterjemahkan dari: Cuba’s socialist ethos drives its educational triumphs, MorningStarOnline.co.uk oleh Sarinah.

Jika Anda tertarik untuk mendukung pembebasan Kuba dari blokade Amerika Serikat, bantu dengan isi petisi ini: https://cuba-solidarity.org.uk/end-the-blockade/

Blog adalah kolom yang berisi posisi-posisi individu pengurus, anggota maupun eksternal untuk bertukar-pikiran. 

Share this post

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.