F-SEDAR Belajar, berpolitik, sejahtera!
23 Agustus 2020 / 0 Comments / Aksi

Informasi Unjuk Rasa Buruh AICE 25 Agustus 2020

Kami dari Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (F-SEDAR) sebagai federasi di mana buruh es krim AICE yang merupakan anggota Serikat Gerakan Buruh Bumi Indonesia PT. Alpen Food Industry (SGBBI PT AFI) berafiliasi, berencana menggelar aksi unjuk rasa pada hari Selasa, tanggal 25 Agustus 2020 mendatang. Aksi unjuk rasa ini akan digelar di tiga titik aksi, yaitu :

  1. Kantor Persatuan Artist Film Indonesia (PARFI), Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav C22, RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940;
  2. Kantor Aice, Jl. Kapuk Cengkareng, Golf Lake Residence, Ruko Paris A No.82-83, Cengkareng, RT.9/RW.14, Cengkareng Timur, Cengkareng, RT.9/RW.14, Cengkareng Tim., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730;
  3. Gedung DPR/MPR RI, Jl. Gatot Subroto No.1, RT.1/RW.3, Senayan, Tanahabang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270.

Aksi unjuk rasa ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus-kasus di PT. Alpen Food Industri yang diduga melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah hukum  Indonesia, berikut ini kondisi pabrik dan buruh pabrik es krim AICE (PT. Alpen Food Industry):

  1. Buruh hamil dipekerjakan malam; beban kerja berat; dan banyak yang keguguran;
  2. Diduga produksi tercemar microba dan tetap dijual;
  3. Diduga terjadi pencemaran lingkungan dari pembuangan pembersihan amoniak; dan diduga masih ada kebocoran amoniak;
  4. Bonus dibayar oleh Cheque kosong dan cheque nya tidak aktif;
  5. Faskes BPJS sering menolak memberikan rujukan;
  6. Skorsing dan PHK sewenang-wenang;
  7. Surat Peringatan (SP) sewenang-wenang;
  8. Peraturan Perusahaan (PP) bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan;
  9. Mutasi dan demosi sewenang-wenang;
  10. Perlakuan atasan yang tidak manusiawi;
  11. Buruh kontrak dilanggar hak hukumnya—seharusnya menurut UUK jadi buruh tetap—tapi malah di-PHK; dan buruh kontrak baru direkruit dengan melanggar aturan hukum;
  12. Diduga ada diskriminasi dan pemberangusan serikat;
  13. Tunjangan tetap hanya Rp.35.000—tunjangan level (golongan dan jabatan) Rp.30.000,-; dan tunjangan masa kerja Rp.5.000,-; tanpa tunjangan pendidikan, tunjangan kompetensi, dan tunjangan keluarga;
  14. Cuti haid dipersulit;
  15. Belum ada Perjanjian Kerja Bersama (PKB);
  16. Struktur dan Skala Upah ditentukan sepihak (padahal struktur penggolongan jabatan dan rumusan gaji pokok belum ada kesepakatan dengan serikat);
  17. Diduga Mediator Disnaker dan Pengawas Ketenagakerjaan tidak netral;
  18. Manajemen diduga menghalangi dan menghambat pemogokan; dan diduga melakukan tindakan balasan atas pemogokan;
  19. Peralatan-peralatan dan sarana-sarana kerja di bagian-bagian tertentu masih manual (tradisional) sehingga beban kerja menjadi berat dan mengakibatkan hernia;
  20. K3 belum diperiksa dengan benar dan baik.

Kantor Persatuan Artist Film Indonesia (PARFI) juga akan menjadi sasaran unjuk rasa karena diketahui banyak artis yang berada di bawah naungan PARFI yang meng-endorse produk es krim AICE, sikap artis-artis yang meng-endorse produk es krim AICE dinilai mencederai rasa kemanusiaan dan tidak menunjukan rasa empati kepada buruh-buruh perempuan AICE yang mengalami keguguran, seperti yang diketahui ada banyak kasus keguguran di PT. Alpen Food Industri (AICE), dan juga kepada buruh-buruh AICE yang di PHK secara sepihak oleh PT. Alpen Food Industri (AICE) karena memperjuangkan perbaikan kesejahteraan dan K3 di Perusahaan, sehingga PARFI tidak luput dari sasaran unjuk rasa kali ini.

Kami menuntut agar PARFI turut bertanggung jawab atas nasib buruh PT. Alpen Food Industri (AICE).

Selain berunjuk rasa di Kantor Persatuan Artist Film Indonesia (PARFI) dan Kantor Aice, selanjutnya Kami juga akan bergerak dan berunjuk rasa di Gedung MPR/DPR RI untuk menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law.

Jika Omnibus Law disahkan, maka dapat dipastikan kondisi kerja di AICE akan legal menurut Undang-Undang, dan hal ini akan sangat merugikan buruh. Bagi Kami, perjuangan buruh AICE adalah simbol penolakan terhadap Omnibus Law. Kondisi buruh AICE adalah bukti nyata Omnibus Law akan semakin memperburuk kondisi kerja buruh Aice secara khusus dan semua buruh di Indonesia secara umum.

Kami secara tegas menolak pengesahan Omnisbus Law yang akan membuat buruh dan rakyat semakin sengsara.

Hidup Buruh!

Panjang umur perlawanan!

Tertanda,

Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (F-SEDAR)

Contact Person: Fajar Junianto (0878-7438-6730)


7 April 2018: KSPB Demo FamilyMart, Toyota dan Mitsubishi

Undangan Peliputan Aksi “Buruh Menggugat Modal Jepang” Berbagai kasus pelanggaran hak-hak buruh Indonesia terjadi yang melibatkan pemodal-pemodal besar asal Jepang yang telah berinvestasi di Indonesia…

Read More

4 Agustus 2019: Demo KSPB ke Toyota, Mitsubishi dan FamilyMart

Pada hari Minggu, 4 Agustus 2019, puluhan massa Komite Solidaritas Perjuangan Buruh (KSPB) kembali melakukan aksi ke pabrik perakitan Mitsubishi di Pulo Gadung dan gerai…

Read More
About the author

Bambang Murdiyono:

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *