Jawaban Pihak Pekerja atas Klarifikasi AICE Indonesia

Sehubungan dengan beredarnya klarifikasi AICE Indonesia atas pemogokan buruh PT. Alpen Food Industry, maka dengan ini kami tanggapi sebagai berikut:

  1. Bahwa upah minimum Kabupaten Bekasi pada tahun 2019 yang ditetapkan oleh Gubernur adalah adalah Rp4.146.126, sedangkan upah yang berlaku di PT Alpen Food Industry adalah Rp4.156.126. Upah minimum timbul karena kebijakan pemerintah dan bersifat wajib disertai dengan ancaman sanksi pidana apabila membayar upah di bawah ketentuan upah minumum, sedangkan upah yang timbul dari kebijaksanaan PT Alpen Food Industry adalah tambahan sebesar Rp 10.000 saja. Perlu diingat bahwa upah minimum adalah upah yang didesain untuk kebutuhan seorang pekerja/buruh lajang (Pasal 43 PP No. 78/2015), sehingga untuk meningkatkan besaran upah dilakukan melalui perundingan bipartit (Pasal 42 PP No. 78/2015). Banyak pekerja di PT Alpen Food Industry adalah pekerja yang sudah bekerja lebih dari satu tahun, memiliki tanggungan anak dan isteri, sehingga wajar apabila serikat pekerja meminta kenaikan besaran upah.
  2. Bahwa tunjangan-tunjangan yang dimaksud oleh PT. Alpen Food Industry tidak semua merupakan tunjangan yang bersifat tetap yang didapatkan tidak setiap tahunnya, seperti tunjangan pernikahan, tunjangan melahirkan dan tunjangan duka cita. Tunjangan ulang tahun dapat diperoleh apabila menyerahkan bukti KTP. Tunjangan pendidikan dan tunjangan posisi khusus hanya diperoleh oleh pekerja tertentu saja, yang memiliki posisi khusus dan pendidikan S1 yang jumlahnya sangat sedikit. Sebagian besar buruh PT Alpen Food Industry adalah buruh operator yang berada pada golongan terendah yang bekerja berat menghadapi mesin-mesin produksi dan target tinggi. Buruh-buruh ini mendapatkan tunjangan makan (sebagai ganti karena perusahaan tidak menyediakan catering) sebesar Rp15.000 dan tunjangan transportasi sebesar Rp 5.000 per hari. Tunjangan makan dan tunjangan transportasi bersifat untuk menunjang kerja buruh pada satu hari itu saja yang tidak mungkin disimpan untuk dibawa pulang ke rumah. Sedangkan insentif kehadiran sebesar Rp 200.000 per bulan diperoleh apabila pekerja masuk penuh selama satu bulan tanpa sakit dan izin, yang mana hal ini tidak selalu dapat dipenuhi setiap bulannya. Jadi sangat tidak berdasar apabila PT Alpen Food Industry mengklaim pekerja mendapatkan tambahan sebesar Rp700.000 per bulan. Jika pekerja ingin mendapatkan tambahan untuk dibawa pulang untuk keluarganya, maka artinya pekerja tidak makan dan tidak menggunakan uang transportasinya, yang mana hal ini sangatlah tidak mungkin. Jika kita renungi lebih jauh lagi, mana ada layanan transportasi yang hanya Rp5.000 per hari. Buruh-buruh harus menggunakan motor sendiri yang belum tentu Rp5.000 itu cukup untuk membeli bensin. Tunjangan transportasi ini juga tidak menghitung penyusutan kendaraan bermotor yang digunakan oleh buruh.
  3. Bahwa dalam proses perundingan bipartit, memang sudah menjadi kebiasaan apabila ada angka-angka yang diajukan untuk dirundingkan. Angka-angka yang diajukan oleh serikat pekerja mengalami penurunan dari waktu ke waktu yang berarti serikat pekerja selalu bersedia berkompromi. Bahkan yang terakhir, serikat pekerja mengajukan kenaikan upah agar kembali seperti masa sebelum KBLI mengalami penurunan (surat terlampir). Dalam perhitungan kami seharusnya ada tambahan sebesar Rp300.000 dari upah minimum. Selain itu, serikat pekerja juga meminta agar adanya penilaian karya (kinerja) dimasukan sebagai komponen upah. Hal ini penting agar besaran upah juga diperhitungkan dari presensi/absensi pekerja, bukan dari sekadar jabatannya saja. Apabila besaran upah diperhitungkan dari presensi pekerja, maka akan menciptakan budaya kerja yang lebih produktif, alih-alih upah didasarkan golongan jabatan yang justru memicu pekerja untuk bersaing mendapatkan jabatan agar mendapatkan upah lebih tinggi.
  4. Bahwa pihak perusahaan telah memberikan sanksi terhadap buruh yang melakukan mogok kerja tanpa adanya putusan pengadilan yang menyatakan mogok tidak sah. Di saat yang sama, perusahaan juga telah menerima anjuran mengenai upah, sehingga seharusnya bagi perusahaan permasalahan telah sampai di situ. Namun pihak perusahaan terlihat ingin melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja.
  5. Bahwa serikat pekerja datang dalam mediasi pada tanggal 23 Desember 2019 untuk menyampaikan permintaan klarifikasi kepada Disnaker (Surat terlampir). Klarifikasi ini sangat penting mengingat dua hal, pertama, PP Pengupahan No. 78/2015 mengamanatkan upah bagi pekerja/buruh dengan masa kerja satu tahun atau lebih dirundingkan secara bipartit antara pekerja/buruh dengan pengusaha, sedangkan mediasi adalah perundingan tripartit sehingga harus jelas terlebih dahulu apakah mediasi tersebut telah sesuai dengan PP Pengupahan. Kedua, mediator juga secara sepihak menghentikan perundingan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 141 UU Nomor 13 Tahun 2003 untuk melayani permintaan mediasi yang diajukan oleh pihak pengusaha.
  6. Bahwa setelah itu serikat pekerja selalu menanyakan jawaban Disnaker, namun mediator malah mengatakan akan langsung mengeluarkan Anjuran tanpa mengirimkan undangan mediasi kedua dan undangan mediasi ketiga. Padahal sesuai Pasal 13 ayat (4) Permenakertrans Nomor 17/2014, mediator seharusnya memberikan panggilan secara patut dan layak sebanyak tiga kali. Dengan kata lain, Anjuran yang dikeluarkan oleh Disnaker Kabupaten Bekasi dalam persoalan upah adalah tidak memenuhi ketentuan formil. Namun, PT. Alpen Food Industry menjalankannya karena seluruh isi Anjuran adalah pendapat pengusaha tanpa mempertimbangkan sama sekali pendapat serikat pekerja.
  7. Bahwa selain persoalan upah, serikat pekerja juga telah mempermasalahkan kondisi kerja lainnya seperti target tinggi, ibu hamil yang masih bekerja pada malam hari, masalah keguguran, cuti haid yang sulit diambil, cuti sakit yang sulit diurus, penggunaan buruh kontrak, mutasi sepihak dan sanksi yang tidak proporsional untuk buruh yang menjadi anggota serikat. Dalam hal ibu hamil yang dipekerjakan pada malam hari, misalnya, perusahaan tidak mempedulikan surat rekomendasi yang diberikan oleh Komnas Perempuan. Sedangkan, di sisi lain, perusahaan bisa menjalankan Anjuran yang jelas-jelas memiliki kekuatan hukum yang sama saja dengan rekomendasi Komnas Perempuan. Selain itu, kami juga meminta agar masalah kebocoran amoniak dan produk yang diduga tercemar mikroba, diperhatikan. Kami juga telah memprotes pembayaran bonus untuk 600 pekerja sebesar Rp. 600 juta yang dibayarkan dengan menggunakan cek mundur selama satu tahun yang tidak bisa dicairkan. Somasi telah dilayangkan oleh kuasa hukum kami sebanyak dua kali, namun perusahaan selalu mengirimkannya kembali kepada kami.
  8. Bahwa perlu kami ingatkan kembali permasalahan di PT Alpen Food Industry adalah lebih dari sekadar permasalahan upah. Kenaikan upah bagi pekerja adalah cara untuk mengkompensasi atas kondisi kerja yang tidak layak yang selama ini dialami oleh pekerja sebagaimana yang telah kami jelaskan di atas. Dan kami juga telah mengajukan kompromi terakhir (sebagaimana kami jelaskan pada nomor 3) yang sampai saat ini juga diabaikan oleh pihak perusahaan.

Demikian jawaban kami, atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. Apabila ada yang perlu diklarifikasi atau ditanyakan kepada pihak kami, dapat menghubungi perwakilan kuasa hukum pekerja, Sarinah, Juru Bicara Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (F-SEDAR) di mana SGBBI PT Alpen Food Industry menjadi anggotanya, di nomor Whats App 0877-8801-2740.

Catatan: Karena banyaknya persoalan di pabrik es krim AICE, PT Alpen Food Industry, maka kami akan menjawab kasus per kasus yang ditanyakan. Kami juga menyediakan dokumen-dokumen bukti untuk dapat diakses oleh pemerintah, wartawan dan publik.

F-SEDAR

Serikat buruh yang memperjuangkan kesejahteraan buruh, demokrasi dan hak asasi manusia dalam perjuangan ekonomis dan perjuangan politik. Belajar, bekerja, berpolitik, sejahtera!

One Comment to “Jawaban Pihak Pekerja atas Klarifikasi AICE Indonesia”

Post Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.