Jelang IWD Rapat Akbar SEDAR Matangkan Konsep Serikat Buruh Alternatif

rapat akbar buruh

rapat akbar buruh

Bekasi – Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (SEDAR) mengorganisir rapat akbar yang dihadiri kurang lebih 400 anggota, Minggu (4/02/2018). Kegiatan ini merupakan pra kondisi aksi International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional yang akan dilaksanakan pada 8 Maret 2018.

Kondisi buruh perempuan masih memprihatikan. Tidak saja karena belum dipenuhinya hak-hak maternitas seperti cuti haid tanpa syarat, cuti melahirkan dan hak menyusui. Buruh perempuan seperti buruh laki-laki juga menjadi korban dari sistem kerja fleksibel.

Sistem kerja kontrak, outsourcing dan pemagangan menyulitkan buruh perempuan untuk mendapatkan kepastian kerja. Padahal dewasa ini buruh perempuan banyak yang maju sebagai pencari nafkah keluarga.

Maraknya sistem magang yang dilegalkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 36 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri dan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 4 Tahun 2016 tentang Ketenagakerjaan, adalah bukti pemerintah dari pusat sampai daerah lebih berpihak kepada pemodal daripada berpihak kepada buruh. Pemagangan seharusnya menjadi sarana mendapatkan pengalaman, namun pengusaha malah menggunakannya untuk mendapatkan profit (keuntungan) sebesar-besarnya.

Selain itu, rapat akbar ini juga menyorot rencana pemerintah melakukan revisi UU Ketenagakerjaan. Revisi versi pemerintah akan mengurangi dan bahkan menghapuskan pesangon sehingga buruh akan mudah dikenai pemutusan hubungan kerja (PHK).

Setelah mengesahkan PP Pengupahan yang berakibat pada menurunnya nilai upah dan ketidakjelasan upah sektoral, serangan kepada hak-hak buruh terus berlanjut. Di Purwakarta, Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) tidak lagi ditetapkan oleh Dewan Pengupahan. UMSK Purwakarta didorong dirundingkan di lembaga bipartit antara buruh dan pengusaha. Konsekuensinya, buruh harus berhadapan dengan pengusaha masing-mading di pabrik.

Untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada, buruh harus memperjuangkan hak-haknya di dunia wilayah.

Pertama, perjuangan menuntut ke pengusaha di pabrik untuk memenangkan hak-hak normatif dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang mengakomodir hak-hak buruh.

Kedua, perjuangan menuntut ke negara untuk menaikkan kesejahteraan dan mengubah peraturan-peraturan yang merugikan buruh menjadi lebih baik.

Untuk itu dibutuhkan serikat yang memiliki konsep pengorganisasian alternatif yang mengubah kesadaran buruh menjadi berpengetahuan, bertindak berani, moral yang bersih, dan jujur serta politis.

Serikat buruh yang berhasil adalah serikat buruh yang mampu melibatkan anggotanya aktif dalam kegiatan-kegiatan serikat, aktif membayar iuran, bersolidaritas dan memiliki komitmen berjuang.

Kegiatan serikat meliputi konsolidasi, aksi-aksi dan pengawalan, pendidikan dan pelatihan dan sebagainya.

Konsekuensi dari konsep “bersolidaritas” adalah membangun persatuan dengan sesama serikat yang berkomitmen pada perjuangan. Itulah mengapa SEDAR berusaha terlibat secara serius dalam persatuan bersama KASBI, KPBI, KSN dan SGBN serta organisasi gerakan rakyat.

Momen-momen pengujian persatuan ini dilakukan dalam aksi bersama pada Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2018, Konferensi Gerakan Rakyat pertengahan April 2018 dan May Day 2018.

Mobilisasi massa dalam momentum IWD tidak saja menyuarakan kepentingan-kepentingan buruh perempuan secara khusus, juga sebagai momen menguji mobilisasi bersama untuk meningkatkan atmosfer perlawanan.

Kemenangan akan mampu dicapai dengan melengkapi syarat-syarat menjadi serikat alternatif yang berkesadaran maju.

Sebarkan...

One thought on “Jelang IWD Rapat Akbar SEDAR Matangkan Konsep Serikat Buruh Alternatif”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.