Perkembangan Situasi Krisis Virus Korona

Perkembangan Situasi Krisis Virus Korona

  • Sejak dua kasus positif korona pertama diumumkan oleh pemerintah pada tanggal 3 Maret 2020, saat ini (19 April 2020) kasus korona positif mencapai 6.248 kasus dengan jumlah kematian 532. Ikatan Dokter Indonesia meyakini jumlah kematian dua kali lipat karena rendahnya angka tes.
  • Jumlah pelayanan pemakaman di Jakarta (daerah dengan kasus Covid-19 tertinggi) pada bulan Maret mencapai 4.377 pemakaman, meningkat tinggi dari jumlah pemakaman 2.459 pada bulan Februari dan 3.009 pada bulan Januari.
  • Sejak awal pemerintah menolak melakukan lockdown dan hanya menghimbau social distancing. Sekolah diliburkan dan pekerja hanya dihimbau bekerja dari rumah. UU Kekarantinaan Kesehatan mewajibkan pemerintah menanggung kebutuhan pokok penduduk. Inilah yang dihindari oleh pemerintah.
  • Kepolisian menjadi institusi pemerintah pertama yang mengeluarkan maklumat larangan keramaian, terutama unjuk rasa dan protes. Pada 29 Maret 2020, buruh AICE terpaksa menghentikan pemogokan, karena larangan kepolisian.
  • Pada 1 April 2020, ┬áPemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah mengenai pembatasan sosial skala besar dan mengalokasikan dana Rp. 450 triliun untuk penanganan krisis Covid-19. Dalam UU Kekarantinaan Kesehatan, salah satu tindakan yang harus diambil dalam pembatasan sosial berskala besar adalah meliburkan pekerja. Namun, banyak perusahaan yang mengajukan izin kepada Kementerian Perindustrian untuk tetap beroperasi. Kebanyakan buruh manufaktur tetap bekerja seperti biasanya.
  • Pemerintah juga menerbitkan Perppu No. 1/2020 dan Perpres No. 54/2020 yang memastikan penggunaan anggaran Rp. 450 triliun tidak dianggap sebagai kerugian negara sehingga para pejabat tidak dapat dipidana. Perppu juga tidak dapat digugat di pengadilan tata usaha negara karena tidak dikategorikan sebagai objek sengketa tata usaha negara.
  • Beberapa proyek pemerintah yang bernilai triliun terkait Covid-19 diberikan kepada staf khusus presiden yang dikritik banyak orang karena hal ini adalah konflik kepentingan.
  • Sementara itu, DPR tetap melanjutkan pembahasan Omnibus Law (RUU Cipta Kerja) yang akan menghapuskan pembatasan penggunaan buruh kontrak dan magang. Itulah mengapa buruh kontrak harus menolak RUU ini karena menghilangkan kesempatan mereka menjadi karyawan tetap.
  • Pada 11 April 2020, Kepolisian mengumumkan adanya rencana kelompok anarko untuk melakukan penjarahan pada 18 April 2020. Otoritas berusaha menebarkan horor adanya kelompok yang akan melakukan kerusuhan. Polisi menangkap Pius yang mengaku sebagai ketua kelompok anarko pada 15 April 2020. Video pengakuan Pius beredar, namun ditertawakan di media sosial karena terlihat sangat dibuat-buat. Hal ini membuat polisi mengakui Pius adalah pencuri helm. ­čÖé
  • Sejak awal pandemi, para pekerja medis mengalami situasi yang sulit karena kekurangan alat pelindung diri (APD) dan terpaksa harus menggunakan APD dari material yang ada seperti jas hujan.Per 15 April, 23 dokter dan puluhan pekerja medis lainnya meninggal karena positif Covid-19. Karena permintaan APD sedang tinggi, APD banyak diimpor ke luar negeri.
  • BPS merilis informasi nilai impor senjata meningkat mencapai US$ 187,1 juta pada Maret 2020 dari US$ 2,5 juta pada bulan Februari 2020. Pada sepanjang tahun 2019, nilai impor senjata lebih rendah hanya US$ 120,1 juta.

Update 25 April 2020

  • Pada 22 April 2020, tiga mahasiswa Malang ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka atas Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Alfian, Saka Ridho dan Fitron dituduh merusak properti milik orang lain dengan melakukan aksi corat-coret kata-kata provokasi melawan kapitalisme. Aksi corat-coret tersebut terjadi pada 4 April 2020, tetapi penyelidikan kasus dilakukan ketika kepolisian sedang berusaha menyalahkan kelompok anarko.
  • Dilaporkan pekerja positif Covid-19 di PT Yamaha Music Mfg Indonesia, salah satu perusahaan yang mendapatkan izin operasi dari Kementerian Perindustrian, pada 22 April 2020. Dua hari kemudian, pekerja tersebut dilaporkan meninggal dunia karena komplikasi penyakit. Artinya, pandemi akan mengancam para pekerja manufaktur karena masih diharuskan bekerja, terbukti.
  • Pada 23 April 2020, Ravio Patra, seorang peneliti kebijakan dan advokasi kebijakan, ditangkap secara misterius oleh kepolisian terkait dengan pesan berantai yang beredar di WhatsApp: KRISIS SUDAH SAATNYA MEMBAKAR! AYO KUMPUL DAN RAMAIKAN 30 APRIL AKSI PENJARAHAN NASIONAL SERENTAK, SEMUA TOKO YG ADA DIDEKAT KITA BEBAS DIJARAH. Sekitar pukul 14.00, sehari sebelumnya, WhatsApp Ravio diretas dan digunakan oleh telepon lain. Ravio mendapatkan pesan: “You’ve registered your number on another phone.” Setelah dia ditangkap, dia tidak dapat dihubungi baik oleh keluarga maupun pengacara. Usaha mencari dia di kantor polisi Polda Metro Jaya sangat sulit dan sangat lama. Ravio kemudian dapat ditemui oleh kuasa hukum dan telah dibebaskan pada 24 April dengan status sebagai saksi. Penetapan statusnya sempat berubah-ubah dari saksi menjadi tersangka, lalu kembali menjadi saksi.
  • Nampaknya upaya-upaya pemerintah untuk menangani penyebaran virus akan mengalami kegagalan sehingga membutuhkan pengalihan perhatian dengan cara menebarkan ketakutan. Sementara itu, semakin banyak orang, terutama di Jakarta, yang tidak mampu membayar biaya sewa rumah/kamar dan harus tidur di jalanan.

(Laman ini akan diperbarui dengan perkembangan terbaru)

Share this post

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.