Tetap Berjuang dengan Aksi Jaga Jarak

Tetap Berjuang dengan Aksi Jaga Jarak

Pandemi korona memberikan alasan bagi pemerintah untuk melakukan pembatasan kebebasan berekspresi, termasuk pelarangan unjuk rasa dan mogok. Di saat yang sama, DPR tetap melanjutkan pembahasan RKUHP dan RUU Cipta Kerja. Pengesahan kedua RUU ini akan berdampak pada penyempitan ruang demokrasi, menurunkan upah, menghilangkan jaminan pekerjaan dan memperburuk kondisi kerja.Peserta aksi mengenakan masker, pakaian pelindung diri berupa jas hujan dan menjaga jarak satu sama lain.

Kami mencoba melakukan aksi jaga jarak di depan sejumlah pabrik pada tanggal 2 April 2020. Aksi ini adalah aksi gabungan buruh yang mengalami pelanggaran hak-hak. Mereka meminta pertanggungjawaban kepada Hitachi, Keihin, Trimitra (Kuroda) dan Multistrada (Michelin).

Buruh juga berkampanye menolak RUU Cipta Kerja yang akan melegalkan penderitaan yang mereka alami. Perusahaan ini menggunakan buruh tidak tetap (seperti kontrak dan magang) yang tidak sesuai standar UU Ketenagakerjaan. RUU Cipta Kerja akan menghapuskan pembatasan penggunaan buruh kontrak dan magang. Itulah mengapa buruh kontrak harus menolak RUU ini karena menghilangkan kesempatan mereka menjadi karyawan tetap.

Hari berikutnya, ratusan buruh es krim Aice melakukan aksi jaga jarak di depan pabrik PT Alpen Food Industry. Buruh memprotes pengusaha yang menghentikan pembayaran iuran jaminan kesehatan dan tidak membayar upah pekerja yang mogok sejak 21 Februari 2020. Pemogokan ini dipicu perundingan upah yang gagal sejak tahun 2018 dan kondisi kerja yang buruk. Terjadi 21 kasus keguguran sejak tahun lalu.

Aksi tersebut direspon oleh polisi dengan mendatangi sekretariat kami dan memanggil empat pengurus kami untuk ditanyai. Kepolisian menggunakan peraturan pemerintah tentang pembatasan sosial skala besar yang melarang keramaian termasuk unjuk rasa. Kami menjalani proses pemeriksaan selama sekitar 18 jam di kantor polisi Cikarang Barat.

Kami melanjutkan aksi kami dengan tetap melakukan kampanye di media sosial dengan tagar #BoikotAICE, #TolakKerasOmnibusLaw dan #FSEDARTolakOmnibusLaw

Share this post

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.