Laporan dari Pekerja Manufaktur tentang Lockdown India

Laporan dari Pekerja Manufaktur tentang Lockdown India

Awalnya ketika dua orang teinfeksi ditemukan di India pada 9 Maret 2020, Pemerintah India membatasi semua pendatang, pengunjung dan turis. Sebagian penerbangan dari negeri-negeri yang terinfeksi juga dibatalkan. Semua penumpang yang datang dari luar negeri diperiksa dengan ketat dan ditempatkan di zona karantina untuk isolasi pencegahan penyebaran virus korona.

Tapi beberapa orang tidak mengikuti panduan pemerintah dan terjadi lagi beberapa kasus yang dideteksi positif korona. Kemudian pemerintah mengambil keputusan untuk menghentikan seluruh penerbangan internasional. Pemerintah juga mengumumkan jam malam berlaku di seluruh India pada 22 Maret 2020. Setiap negara bagian menyegel perbatasan internalnya untuk seluruh transportasi publik seperti kereta api, kereta api lokal, metro, bus swasta dan pemerintah dan kendaraan pribadi lainnya juga dilarang (melintas).

Pemerintah meminta semua industri dan kelompok bisnis menghentikan operasi mereka untuk sementara sampai 31 Maret 2020 dan membayarkan upah cuti untuk seluruh pekerja tanpa memutuskan hubungan kerja. Juga menyarankan pengurangan tenaga kerja dalam pelayanan penting sampai dengan 75 persen.

Kami sebagai serikat buruh juga menulis surat untuk manajemen dan pejabat pemerintah untuk mengambil tindakan pengamanan pekerja dari penularan Covid-19. Banyak OEM (original equipment manufacturer/pabrikan spare part) dan industri pasokan mengumumkan lockdown sampai dengan 31 Maret 2020. Pada 22 Maret 2020, jam malam diberlakukan dan diawasi di semua sektor seantero negeri ini.

Pada minggu pertama, ada tiga kasus positif korona di negeri ini. Pada minggu kedua, meningkat dan menjadi 24 kasus. Pada minggu ketiga, meningkat lagi menjadi 500 kasus positif dan lima orang meninggal. Peningkatan kasus menjadi sulit dikontrol. Populasi India sangat besar mencapai 1,37 miliar. Hal ini adalah faktor utama yang menjadi ancaman.

Sebagian negara bagian mengumumkan lockdown sampai 31 Maret 2020 dan menghentikan seluruh layanan transportasi kecuali yang penting. Banyak perusahaan memberikan jaminan tidak akan mengurangi upah dan pekerja untuk seluruh pekerja (bahkan kontrak, pekerja sementara ataupun yang permanen) dengan alasan pandemi korona.

Dengan latar belakang populasi kami yang sangat besar, kami harus dengan ketat melakukan kontrol atau pencegahan penyebaran virus di komunitas. Oleh karena itu, pemerintah mengumumkan lockdown total di India sampai dengan 14 April 2020. Orang yang berada di publik harus saling berjauhan dan sisanya dilarang berkumpul di manapun dan tidak diizinkan berada di jalanan. Departemen polisi membatasi kendaraan dan orang keluar rumah. Seluruh daerah pedesaan dan perbatasan kota disegel untuk segala hubungan (urusan) kecuali untuk darurat medis dan makanan pokok. Kami berada di rumah dan aman. Berharap situasi akan terkontrol dan melanjutkan pekerjaan secepatnya jika memungkinkan.

Khusus di sektor otomobil, semua OEM dihentikan beroperasi dari 23 Maret sampai 14 April 2020. Sebagian orang bekerja dari rumah jika memungkinkan. Sesuai saran pemerintah, pembayaran upah bulan Maret diberikan, tetapi untuk bulan April, sebagian perusahaan menuntut skema pembagian 50:50 tanggungan untuk pekerja yang tidak masuk kerja selama lockdown, yang berarti 50 persen ditanggung pekerja (dari cuti tidak dibayar) dan 50 persen diberikan oleh perusahaan. Tapi tidak ada yang jelas saat ini.

Seluruh pabrik Bosch di India ditutup sampai dengan 14 April 2020. Situasi yang sama juga terjadi pada seluruh perusahaan pemasok Bosch di India.

Pemerintah India mengumumkan bantuan dan memberikan instruksi untuk seluruh pengusaha agar tidak memotong upah pekerja bahkan juga untuk pekerja kontrak dan pekerja tidak tetap. Tetapi seperti yang disebutkan di atas, sebagian perusahaan menuntut 50 persen ditanggung oleh pekerja tetap (tanpa dibayar).*

Selama masa lockdown, pekerja harian dan kontrak atau pekerja tidak tetap tidak memiliki pekerjaan. Semua pekerja ini datang dari daerah pedesaan dan berbagai negara bagian. Rumah mereka masih sewa, sehingga menjadi masalah besar untuk mereka. Para imigran juga kembali ke tempat asal mereka. Pemerintah berusaha mengurus mereka, tetapi ada beberapa masalah untuk menangani situasi kritis ini.

Setelah bekerja kembali, kemungkinan akan terjadi beberapa masalah terkait pembayaran upah dan cuti. Kami belum tahu pasti apa yang yang akan terjadi di masa depan. Sebagian pekerja kontrak dan tidak tetap mungkin akan kehilangan pekerjaan, dan juga ada masalah medis dan alat perlindungan diri yang terjadi.

Inilah pendapat kami mengenai apa yang sesungguhnya terjadi yang kami pahami setelah kembali bekerja setelah 15 April 2020.

Inilah situasi saat ini di India selama pandemi Covid-19.

Laporan Manoj Patil, dari (Serikat Pekerja) Shramik Ekta Mahasangh

Catatan: 

* Pemerintah India memberikan perintah kepada seluruh pengusaha dan perusahaan untuk tetap menjalankan kewajibannya selama masa Lockdown dan tidak melakukan pemotongan upah maupun cuti dalam bentuk apapun. Pengusaha harus membayar penuh upah dan layanan untuk pekerja harus tetap diteruskan, untuk seluruh pekerja, bahkan pekerja tidak tetap, pemagang dan juga pekerja kontrak. Tetapi, sebagian pengusaha meminta kontribusi dari cuti secara sukarela. Kontribusi cuti dapat berasal dari earned leave (EL) atau cuti pekerja yang terakumulasi. Jika si pekerja tidak memiliki cuti simpanan yang terakumulasi, maka pekerja menunggu sampai mendapatkannya di masa yang akan datang. Tidak ada pemotongan pembayaran upah. Cuti tahunan pekerja adalah 12 hari dan dapat mencapai 25 hari per tahun apabila mencapai kesepakatan dengan pengusaha. Cuti dapat diakumulasikan 90 sampai 180 hari. Pemotongan berasal dari akumulasi cuti ini.

* Lockdown di India sangat berdampak bagi pekerja informal. Banyak di antara mereka terpaksa kembali ke kampung halaman dengan berjalan kaki. Perdana Menteri Modi meminta maaf kepada penduduk miskin akibat dari dampak lockdown ini.

Keterangan foto: Buruh migran India disemprot desinfektan oleh petugas kesehatan. Sumber: https://www.democracynow.org/2020/3/31/headlines/indian_health_workers_hose_migrant_workers_with_disinfectant

Share this post

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.