Menghadapi Epidemi Virus Korona – Kapitalis di Italia, Laporan SI Cobas

Menghadapi Epidemi Virus Korona – Kapitalis di Italia, Laporan SI Cobas
Pekerja logistik, Tnt di Piacenza, memutuskan tidak bekerja dan bersama serikat, 24 Maret 2020.

Pada pertengahan Maret, Italia menjadi episentrum pandemi Covid-19 dengan perkembangan kematian yang mengerikan. Pada 25 Maret, jumlah orang yang meninggal karena terinfeksi oleh virus korona adalah 7.503, sekitar sepertiga dari total kematian dunia dan dua kali lebih banyak daripada China. Di Italia, wilayah Lombardy (lebih dari 10 juta penduduk) menyumbang hampir 4.500 kematian akibat virus korona. Data ini secara signifikan meremehkan angka kematian yang sebenarnya, karena banyak orang meninggal di rumah atau rumah sakit, tanpa mendapatkan tes virus korona, karena rumah sakit tidak memiliki lagi ranjang untuk orang sakit.

Angka kematian yang tinggi ini, dalam minggu terakhir telah tumbuh dari 500 menjadi 800 setiap harinya, disebaban oleh manajemen krisis yang buruk dari pemerintah, otoritas perawatan kesehatan dan perlindungan masyarakat sipil (tes Covid-19 hanya untuk yang sakit parah, tidak mencari dan mengisolasi orang yang berkontak dengan mereka selama beberapa hari terakhir), diperparah dengan  mengikuti perintah pengusaha yang telah melobi untuk tidak menghentikan bisnis yang tidak penting. Kebijakan ini membuat jutaan orang tetap menyemut di kereta api, bus, mobil, pabrik, kantor, gudang hari demi hari, menyebarkan penyakit. Pemotongan anggaran kesehatan masyarakat di masa lalu membuat ledakan infeksi virus korona lebih mematikan karena kurangnya ketersediaan ventilator paru-paru (hanya 5.000 di seluruh Italia pada awal epidemi) untuk membantu pasien yang paling lemah dalam mengatasi kekurangan pernapasan yang disebabkan oleh virus: banyak di antara mereka (orang-orang paling tua, biasanya) meninggal kehabisan napas karena tidak tersedianya ventilator.

Oleh karena itu, jelas bahwa jumlah kematian tidak dapat dihindari, dan bahwa penyebab utamanya dapat ditemukan dalam kebijakan yang menempatkan profit di atas nyawa manusia, dalam sistem perawatan kesehatan dan dalam masyarakat. Kami telah mencoba, dengan kekuatan terbatas SI Cobas, menentang kebijakan ini dan memobilisasi pekerja untuk mempertahankan kehidupan mereka, dan melawan pemerintahan dan sistem sosial kapitalis.

Kronologi Krisis

Pemerintah menyatakan keadaan darurat karena infeksi virus korona pada 31 Januari, tapi tidak ada langkah konkret yang diambil sampai dengan 23 Februari 2020, ketika “zona merah” 10, kemudian 16 kota, diisolasi di provinsi Lodi, Lombardy. Tapi pada saat daerah itu ditutup, virus sudah menyebar ke luar, sebagian besar di daerah yang berbatasan dengan provinsi Bergamo, ketika acara-acara besar dilarang di seluruh negeri.

Sebuah pernyataan SI Cobas pada tanggal 26 Februari 2020, menuntut tindakan dan peralatan keselamatan yang ketat (masker, sarung tangan, desinfektan, secara keseluruhan) terhadap infeksi harus diadopsi di semua tempat kerja—(sebagai) kewajiban untuk seluruh pengusaha sebagaimana diatur dalam Keputusan Legislatif No. 81 Tahun 2008 tentang keselamatan di tempat kerja. Jika peralatan ini tidak tersedia, pekerja seharusnya tidak memulai pekerjaan dan tetap mendapatkan upah penuh. Pernyataan ini juga menyatakan bahwa kebebasan pekerja untuk berorganisasi dan berjuang tidak dapat ditekan dengan alasan virus korona.

Pernyataan lainnya dari SI Cobas Milan pada 27 Februari, melaporkan pekerja yang positif tes virus korona di gudang GLS di San Giuliano, dekat Milan. SI Cobas meminta desinfeksi di tempat tersebut dan tes untuk seluruh pekerja di departemen yang sama sebelum kembali bekerja. Otoritas kesehatan masyarakat, meskipun telah diberitahu, hanya melakukan intervensi setelah pekerja menolak kembali bekerja. Jumlah kematian per hari melonjak dari satu digit pada minggu pertama Maret menjadi hampir 40 per hari pada minggu berikutnya. Saat ini, pekerja hotel tidak bekerja, dan pada 4 Maret, hampir seluruh hotel di Milan ditutup. Hal yang sama terjadi pada pekerja yang berhubungan dengan hiburan dan olahraga. Pekerja seharusnya menerima subsidi (lihat di bawah ini).

Pada 1 Maret, Pemerintah mengeluarkan Keputusan terbaru, memperluas kebijakan untuk seluruh Lombardy dan beberapa provinsi perbatasan. Pada 5 Maret, seluruh sekolah, universitas dan taman kanak-kanak ditutup, di seluruh negeri; pada 8 Maret, diberlakukan pembatasan pergerakan orang-orang yang berada di “zona merah” dan sekitarnya dan pembatasan layanan yang lebih ringan di wilayah Italia lainnya. Pada hari yang sama, 133 kematian tercatat. Pada hari berikutnya, pembatasan pergerakan orang diperluas ke seluruh negara bagian. Pada 11 Maret, sebuah keputusan baru memerintahkan penutupan seluruh bisnis komersial yang “tidak penting” (akan tetapi, daftar bisnis yang “penting” termasuk kosmetik dan lainnya). Manufaktur dan transportasi terus bekerja. Pada 11 Maret, SI Cobas menyerukan mogok untuk semua pekerja di provinsi Modena, memprotes melawan kematian seorang pekerja di pabrik pengemasan daging dan kematian 9 tahanan dalam protes di penjara Modena – protes berkobar di 40 penjara di Italia karena penangguhan kunjungan keluarga dan kurangnya tindakan untuk mengatasi penularan di dalam tahanan.

Pada 10 Maret, pekerja di bagian perakitan Fca di Pomigliano melakukan mogok melawan kurangnya kondisi kerja yang aman. Fca memutuskan menutup pabrik selama beberapa hari, untuk pemeliharaan dan sanitasi. Pada minggu itu, sampai dengan 15 Maret, pekerja di beberapa gudang dan pabrik, khususnya di area yang dilanda Covid-19, meminta izin untuk berhenti beroperasi.

Pada 14 Maret, Pemerintah, Asosiasi Pengusaha, dan serikat pekerja resmi CGIL, CISL dan UIL menandatangani “protokol” tentang keselamatan di tempat kerja. Tujuan dari protokol ini adalah memberikan pembenaran agar semua kegiatan produksi tetap berjalan, bahkan ketika keselamatan tidak dapat dijamin.

Tetapi fakta menunjukkan hubungan yang jelas antara aktivis manufaktur dan penyebaran virus korona:

Daerah utara Italia adalah daerah-daerah industri.

Leaflet ini, dirangkum dari pernyataan, didistribusikan di antara pekerja. (Terjemahan Bahasa Indonesia)

HENTIKAN SELURUH PRODUKSI NON-ESENSIAL UNTUK MENGHENTIKAN PENULARAN

SI Cobas menolak kesepakatan Pemerintah – Pengusaha – Serikat pekerja resmi (CGIL, CISL, UIL) yang, agar tidak menghentikan akumulasi profit dan membiarkan pabrik, gudang, toko tetap buka, karena kesepakatan ini membahayakan nyawa pekerja dan memungkinkan penularan terus menyebar di antara penduduk.

SI COBAS DAN ADL COBAS MENYERAHKAN PEMBERITAHUAN MOGOK YANG TELAH MEREKA DEKLARASIKAN BAGI PEKERJA UNTUK TINGGAL DI RUMAH DEMI MELINDUNGI HAK MEREKA ATAS KESEHATAN DAN KEHIDUPAN, MENUNTUT PENUTUPAN SEGERA SELURUH AKTIVITAS BISNIS YANG TIDAK PENTING (NON-ESENSIAL) DAN BAYARKAN UPAH SECARA PENUH UNTUK SELURUH PEKERJA.

Kami meminta untuk menghentikan seluruh aktivitas dan layanan selama setidaknya dua minggu, dengan pengecualian layanan penting, seperti makanan, obat-obatan dan persediaan medis di mana semua tindakan dan peralatan kesehatan harus sepenuhnya dijamin.

Pekerja yang tinggal di rumah harus menerima 100% upah mereka. Mereka hanya dapat dipekerjakan untuk pekerjaan sanitasi, yang harus selesaI sebelum aktivitas dibuka kembali.

Posisi ini didasarkan pada pemeriksaan dengan kepala dingin terhadap data epidemi.

Meskipun laporan Perlindungan Sipil mencoba melaporkan data yang lebih lunak, data menunjukkan perkembangan yang sangat pesat hingga mencapai 3.590 orang yang baru terinfeksi dan 368 kematian pada Minggu, 15 Maret, dari total lebih dari 20 ribu yang dites terinfeksi dan 1.806 yang meninggal. Pada kenyataannya, infeksi aktual telah mencapai ratusan ribu dan kematian pasti telah melebih China yang sebanyak 3.000 orang.

Pemerintah harus mengambil langkah-langkah drastis untuk menghentikan infeksi, tapi di bawah tekanan dari majikan, hal itu itu hanya menjadikan pemerintah mengambil separuh langkah yang dibutuhkan dengan penundaan lama: jutaan pekerja di pabrik, gudang, transportasi dan bahkan toko, dari elektronik sampai kosmetik! – hanya diberitahu untuk melakukan apa yang dilarang sebagai warga negara: bepergian dan menghadiri keramaian. Dengan cara ini, tempat kerja terus menjadi sumber penularan, orang yang terinfeksi dan kematian akan semakin meningkat.

Pekerja tidak harus menerima nyawa mereka ditempatkan dalam bahaya demi profit majikan (pengusaha)!

Undang-undang tentang keselamatan di tempat kerja (pasal 44 dari Keputusan Legislatif No.81/08) menyatakan bahwa pekerja dapat meninggalkan pekerja mereka saat menghadapi “bahaya serius, segera dan tidak dapat dihindari”, seperti epidemi virus korona saat ini.

Perjanjian pemerintah-pengusaha-serikat pekerja sebenarnya berupaya menyangkal hak ini: 1) tergantung pengusaha untuk memutuskan apakah akan melanjutkan produksi atau tidak; 2) sanitasi tempat kerja dan adopsi langkah-langkah perlindungan dan peralatan diserahkan kepada pengusaha, tanpa kontrol otoritas kesehatan masyarakat; 3) jika ada pekerja yang jatuh sakit karena virus korona, tidak ada karantina yang harus dilakukan untuk rekan-rekan kerjanya; 4) Jika masker tidak tersedia, pekerjaan dapat dilanjutkan, kecuali jika “jarak jaman” satu meter tidak dapat diberlakukan. Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa jarak satu meter tidak cukup untuk mencegah penularan, juga masker biasa tidak dapat menjamin; 5) Perjanjian ini juga tidak mengkhawatirkan bagaimana pekerja pergi bekerja: kereta api, bus, mobil bersama adalah semua kendaraan yang potensial menularkan, yang tidak dimasukan dalam perjanjian; 6) Perjanjian ini memperkenankan bekerja 8-10 jam setiap hari, bahkan pada jarak yang kurang dari satu meter, tapi tidak mengizinkan buruh berkumpul untuk membela hak-hak dan kesehatan mereka secara kolektif, bahkan jika mereka aksi dengan standar keselamatan! Kami tidak menerima virus tersebut digunakan sebagai alasan untuk mencegah pekerja mengorganisir diri!; 7) Virus korona telah terbukti dapat bertahan hingga dua hari di permukaan: pengiriman parsel menjadi sarana infeksi lainnya. Satu lagi alasan untuk menghentikan gudang logistik. Produk yang tidak penting bisa menunggu dua minggu!

Beberapa pabrik di Bergamo dan Brescia, dan bahkan di Grup FCA, telah ditutup karena alasan-alasan ini, dalam menghadapi protes pekerja. Dalam menghadapi perkembangan dramatis infeksi dan kematian, Wilayah Lombardy sendiri telah mengusulkan penghentian semua kegiatan yang tidak penting.

Perjanjian pemerintah-pengusaha-serikat pekerja mengkhianati pekerja yang melakukan mogok kerja dalam beberapa hari terakhir dalam usaha menghentikan nyawa mereka ditempatkan dalam bahaya dengan tetap bekerja. Kami katakan: nyawa lebih utama daripada keuntungan, tutup seluruh aktivitas yang tidak penting, sampai infeksi berhenti!

Kami mempertaruhkan hidup kami juga karena sistem kesehatan Italia hanya memiliki 5.000 ventilator paru-paru untuk menyelamatkan orang sakit yang paling parah, dan banyak yang dibiarkan mati karena ventilator tidak cukup untuk semua orang. Hal ini adalah hasil dari pemotongan anggaran kesehatan. Jerman memiliki 28 ribu ventilator, hampir lima kali lebih banyak dari satu setengah penduduk Italia. Satu pesawat tempur F35, harganya lebih mahal daripada 7,000 ventilator, dengan tidak membeli satu saja, cukup untuk menyelamatkan ribuan orang kapan saja. Cukup sudah pemotongan anggaran kesehatan, berinventasi harus pada kehidupan, bukan kematian! Terutama pada saat-saat kerusakan lingkungan, hasil dari mode produksi kapitalis ini, kemungkinan akan mengarah pada keadaan darurat kesehatan baru yang lebih besar.

Tenaga Kesehatan telah mengalami pemotongan alokasi anggaran selama bertahun-tahun dan mereka tidak mendapatkan upah yang cukup untuk kebutuhan hidup secara wajar. Sekarang dokter, perawat dan staf lainnya menjadi sasaran beban kerja yang mematikan dan di tengah tingkat penularan yang sangat tinggi karena aturan keselamatan yang tidak dipatuh: rumah sakit sekarang merupakan (daerah) wabah yang paling berbahaya. Diperlukan perekrutan segera dalam perawatan kesehatan, dan peraturan yang ketat dalam standar kesehatan untuk seluruh staf.

Kami sedang tidak menghadapi perselisihan serikat pekerja demi alasan ekonomi sebagaimana dalam situasi normal. Ini tentang kesehatan dan kehidupan, bukan hanya bagi pekerja yang bersangkutan, tapi seluruh masyarakat.

Untuk alasan ini, mulai minggu ini kami menyerukan absen (mangkir) massal dari kerja untuk membela kesehatan dan kehidupan semua orang.

***

SI Cobas mengorganisir mangkir dari kerja di belasan gudang, mulai dari 18 Maret (lihat daftar gudang yang dihentikan pada 17 Maret di sini: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1215168492015179&id=306442629554441) . Ini bukan kampanye yang mudah, karena majikan dan mandor akan memanggil pekerja, mengancam mereka bahwa mereka akan kehilangan upah dan pekerjaan. Hasil diskusi kami, bahwa: perjuangan kami bukan untuk uang, tapi untuk hidup, hidup kalian dan orang-orang yang kalian cintai; untuk uang, kita akan bertarung begitu kita aman. Dengan banyak perusahaan, dicapai kesepakatan untuk memastikan transportasi dan distribusi makanan dan produk farmasi.

Ratusan pekerja mempublikasikan foto-foto mereka bersama anak-anak atau pasangan mereka, memegang poster yang bertuliskan “Saya tinggal di rumah” (non sono carne da macello). Saya bukan daging untuk rumah jagal – pernyataan yang sama kami gunakan untuk “umpan meriam” (cannon fodder)—prajurit yang dianggap tidak penting dan dikirim ke medan perang untuk mati. Lihat: https://www.facebook.com/sicobas.lavoratoriautorganizzati.9/videos/1297404213798553/

Pada 16 Maret, pemerintah mengeluarkan keputusan baru yang mendukung perusahaan dan pekerja yang harus berhenti karena krisis virus korona dan untuk investasi darurat pada sistem pelayanan kesehatan publik, dengan total anggaran 25 miliar euro.

Pada 20 Maret, Kementerian Dalam Negeri, atas permintaan perusahaan transportasi, memerintahkan otoritas lokal (Prefek) untuk mengintervensi konflik di sektor logistik yang menyebabkan perlambatan dalam pengiriman “produk-produk penting”: kenyataannya adalah SI Cobas dan ADL Cobas berusaha memastikan pengiriman produk penting, tetapi perusahaan akan mencoba mencampurnya dengan barang-barang yang tidak penting, sehingga meningkatkan jumlah pekerja yang berisiko.

Pernyataan SI Cobas menyebut:

Nota yang baru saja dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri kepada Prefek untuk “mencegah pemblokiran distribusi karena aktivitas protes beberapa serikat buruh, yang mengambil bentuk aksi serentak dan koordinasi mangkir bekerja di sektor logistik, transportasi dan pengiriman barang”.

Setelah dua minggu berlaku seperti Pontius Pilatus, pemerintahan Conte nampaknya menyadari saat ini situasinya di keluar kendali, di suatu sektor yang lebih strategis daripada sebelumnya, karena memasok kebutuhan dasar dan mempekerjakan lebih dari satu juta pekerja.

Sektor yang tentu saja tidak dapat dikontrol, bukan karena keresahan kami, tetapi karena keinginan pengusaha untuk berspekulasi mengenai keadaan darurat virus korona, menempatkan profit mereka di atas kepentingan umum dan kesehatan pekerja, serta menolak memastikan aturan keselamatan yang benar-benar mampu melindungi distribusi kebutuhan dasar.

Pekerja, pekerja kesehatan, perawat dan semua warga harus mengetahui kebenaran!

Dan kebenarannya adalah bahwa SI Cobas, bersama dengan Adl Cobas, telah berusaha dengan hasil yang sia-sia selama dua minggu untuk bernegosiasi dengan Pemerintah dalam menjamin operasi penuh pengiriman barang-barang yang penting dan menangguhkan pengiriman barang-barang yang tidak penting, serta menyediakan aturan terhadap langkah pencegahan dan perlindungan keselamatan dasar di tempat kerja.

Namun, pemerintah lebih memilih melindungi profit perusahaan multinasional belaka, dengan menandatangani “Protokol Keselamatan” yang tidak menjamin keselamatan kerja dan perlindungan dari infeksi, maupun memprioritaskan pasokan kebutuhan dasar: sebuah protokol yang pada masa-masa ini disebut tidak berguna, bahkan oleh serikat pekerja (CGIL-CISL-UIL) yang telah menandatanganinya!

Dalam beberapa hari terakhir, ratusan pekerja logistik telah terpapar dengan virus Covid-19 karena rasa lapar pengusaha akan profit, mengharuskan pekerja bekerja di gudang yang penuh sesak dengan ratusan pekerja lainnya untuk menangani barang yang 90 persen BUKAN barang kebutuhan dasar publik (pakaian, kosmetik, peralatan elektronik, semua jenis barang).

Dan, seorang pekerja yang tertular virus di dalam tempat kerjanya adalah vektor penularan yang potensial bagi ratusan pekerja dan warga negara lainnya …

Memastikan penyaluran kebutuhan dasar secara regular hanya dengan satu cara:

MENGHARUSKAN PENUTUPAN AKTIVITAS AKTUAL YANG TIDAK PENTING DALAM RANGKA MEMUSATKAN HANYA PADA LAYANAN PENTING, HINDARI PENUMPUKAN

Pada 22 Maret, Pemerintah akhirnya memerintahkan menutup (pada 24 Maret) seluruh usaha yang tidak penting, termasuk manufaktur yang tidak termasuk dalam daftar produksi penting (strategis, seperti produksi peralatan militer, juga ditambahkan).

Pernyataan bersama SI Cobas Adl Cobas menyebut:

KEPUTUSAN PEMERINTAH YANG BARU: AYO TEGASKAN HANYA DAN EKSKLUSIF UNTUK AKTIVITAS YANG SUNGGUH-SUNGGUH PENTING YANG TETAP BUKA.

MEREKA YANG AKAN BEKERJA HARI INI HARUS MELAKUKANNYA UNTUK TUJUAN YANG SAMA SEBAGAIMANA MEREKA YANG BEKERJA DI RUMAH SAKIT, FARMASI ATAU TOKO MAKANAN.

Setelah dua minggu berlaku seperti Pontius Pilatus, pemerintahan Conte nampaknya menyadar saat ini situasinya di keluar kendali, di suatu sektor yang lebih strategis daripada sebelumnya, karena memasok kebutuhan dasar dan mempekerjakan lebih dari satu juta pekerja.

Sektor yang tentu saja tidak dapat dikontrol, karena keresahan kami, tetapi karena keinginan pengusaha untuk berspekulasi mengenai keadaan darurat virus korona, menempatkan profit mereka di atas kepentingan umum dan kesehatan pekerja, serta menolak memastikan aturan keselamatan yang benar-benar mampu melindungi distribusi kebutuhan dasar.

Pekerja, pekerja kesehatan, perawat dan semua warga harus mengetahui kebenaran!

Dan kebenarannya adalah bahwa SI Cobas, bersama dengan Adl Cobas, telah berusaha dengan hasil yang sia-sia selama dua minggu untuk bernegosiasi dengan Pemerintah dalam menjamin operasi penuh pengiriman barang-barang yang penting dan menangguhkan pengiriman barang-barang yang tidak penting, serta menyediakan aturan terhadap langkah pencegahan dan perlindungan keselamatan dasar di tempat kerja.

Namun, pemerintah lebih memilih melindungi profit perusahaan multinasional belaka, dengan menandatangani “Protokol Keselamatan” yang tidak menjamin keselamatan kerja dan perlindungan dari infeksi, maupun memprioritaskan pasokan kebutuhan dasar: sebuah protokol yang pada masa-masa ini disebut tidak berguna, bahkan oleh serikat pekerja (CGIL-CISL-UIL) yang telah menandatanganinya!

Dalam beberapa hari terakhir, ratusan pekerja logistik telah terpapar dengan virus Covid-19 karena rasa lapar pengusaha akan profit, mengharuskan pekerja bekerja di gudang yang penuh sesak dengan ratusan pekerja lainnya untuk menangani barang yang 90 persen BUKAN barang kebutuhan dasar publik (pakaian, kosmetik, peralatan elektronik, semua jenis barang).

Dan, seorang pekerja yang tertular virus di dalam tempat kerjanya adalah vektor penularan yang potensial bagi ratusan pekerja dan warga negara lainnya …

Memastikan penyaluran kebutuhan dasar secara regular hanya dengan satu cara:

MENGHARUSKAN PENUTUPAN AKTIVITAS AKTUAL YANG TIDAK PENTING DALAM RANGKA MEMUSATKAN HANYA PADA LAYANAN PENTING, HINDARI PENUMPUKAN

MENGURANGI STAF OPERASIONAL SECARA DRASTIS DI GUDANG DAN MEMILIH BARANG YANG HARUS DIKIRIMKAN ADALAH SATU-SATUNYA CARA MENJAMIN TERPENUHINYA KEBUTUHAN PRIMER MASYARAKATAN (LAYANAN KESEHATAN, FARMASI DAN MAKANAN) DAN MEMATUHI LANGKAH KESELAMATAN DAN PENCEGAHAN DI TEMPAT KERJA DAN KELUAR TEMPAT KERJA.

Di saat Tiongkok telah mengurangi penyebaran epidemi dan hampir mengalahkan virus dengan menutup seluruh aktivitas tidak penting dan bahkan ketika belasan walikota di Lombardy meminta penutupan institusi dan semua kegiatan yang tidak perlu demi mengerem malapetaka, bencana dihasilkan dari kelakuan pemerintah Italia dan majikan yang sudah melihat sendiri: setelah satu bulan, penularan berlipat ganda tanpa henti! Dan jumlah kematian baru meningkat setiap harinya (yang sayangnya, cenderung meningkat, melibatkan daerah-daerah lain di Selatan). Sayangnya, bahkan Keputusan yang baru tidak jauh berbeda daripada Keputusan yang sebelumnya … dengan demikian menunda pencegahan penyebaran virus korona secara substansial. Oleh karena itu, penting untuk melanjutkan mobilisasi demi mendapatkan karantina yang nyata untuk seluruh produksi yang tidak penting dan membuka konsultasi yang benar-benar dan tepat waktu dengan mereka yang mewakili kebutuhan dan masalah mayoritas kelas pekerja dalam sektor distribusi yang penting (transportasi dan logistik).

Rute utama di sektor logistik di Italia meluas ke wilayah Emilia Romagna dan Lombardy, di mana klaster pergudangan terbesar berada, dari rute utama distribusi nasional ini disalurkan dan di mana ratusan ribu pekerja terkonsentrasi setiap harinya. Daerah ini adalah Wilayah yang sama, dengan Veneto, yang mengalami wabah epidemi paling parah dan merupakan lokasi inti dari keadaan darurat saat ini.

Dari pembacaan awal, peraturan pemerintah yang baru masih belum jelas apa yang digolongkan sebagai kegiatan yang sangat diperlukan dan esensial (penting) […]

Oleh karena itu, jelas bahwa Keputusan yang baru tidak akan memberikan dampak yang besar, dan hal mendasar adalah bahwa di tempat kerja dan logistik, kami tetap berproduksi dan MEMINDAHKAN BARANG YANG BENAR-BENAR PENTING, sembari memberlakukan peraturan keselamatan.

Sejauh ini, yang kami ketahui, kami siap dengan segera untuk membahas Nota Kesepahaman dengan pihak pengusaha dan dengan lembaga-lembaga untuk mengatasi kekurangan-kekurangan saat ini, yang dapat terjadi di sektor-sektor penting; menjamin aturan tertentu untuk menghindari penyebaran virus di dalam gudang dan seluruh penduduk; memastikan penggunaan jaring pengaman jaminan sosial yang tepat untuk fase saat ini, dan ketika mengatasi epidemi ini.

Pada saat yang sama, kami tidak akan membiarkan perjuangan pekerja digunakan sebagai alasan untuk menutupi tanggung jawab serius pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja resmi, untuk menentang kesehatan masyarakat dengan menggunakan tuntutan pekerja, dan/atau melegitimasi tindakan represif dalam bentuk apapun. Kesepakatan yang nyata dan tepat harus dengan mereka, yang mewakili kebutuhan dan tuntutan mayoritas pekerja transportasi dan pekerja logistik.

SI Cobas, Adl Cobas

***

Serikat buruh utama, CGIL, CSIL, UIL, yang satu minggu sebelumnya telah menandatangani protokol pass-for-all (lolos-untuk-semua), sekarang berada di bawah tekanan pekerja di beberapa pabrik (sebuah pemogokan pekerja metal di Lombardy dan Emilia), yang mengancam akan dilakukannya pemogokan umum, kemudian yang dibatalkan pada 25 Maret setelah sebuah kesepakatan mencapai perubahan-perubahan kecil.

Kesimpulan

Perjuangan untuk kesehatan dan kehidupan melawan keserakahan kapitalis adalah penting agar pekerja memahami kebenaran dari sifat kelas kapitalisme yang tidak manusiawi. Dalam minggu-minggu berikutnya, ketika sebagian besar pekerja berada di rumah, kami mencoba untuk tetap berhubungan dengan mereka melalui media sosial dan pertemuan telekonferensi dengan para pekerja toko. Kehadirannya tinggi.

Kami tidak tahu berapa lama situasi ini akan berlangsung, seberapa dalam dampak akibat krisis virus korona-kapitalis terhadap masyarakat kita, dalam hal kehidupan, pengangguran dan kemiskinan. Ekonomi Italia tidak pernah pulih dari krisis 2008-2009, dan pengangguran masih tinggi, lebih dari dua kali lipat ketimbang versi resmi yang mencapai hampir 10 persen, jika kita memperhitungkan orang-orang yang patah semangat dan semua orang yang ingin bekerja ketika mereka dapat menemukan pekerjaan. Pekerja tetap seharusnya menerima subsidi 80% dari upah dan gaji yang sudah rendah, yang mencapai jumlah bersih maksimal sebesar 1.129,66 euro per bulan hingga 9 minggu. Pendapatan hanya untuk bertahan hidup. Beberapa kategori pekerja tidak tetap dan wiraswasta akan mendapatkan 600 euro untuk bulan Maret. Paket 25 miliar euro, dikuti dengan paket baru dengan jumlah yang sama, akan menambah hutang publik yang sudah di atas 130% dari PDB.

Jika dan ketika Italia akan keluar dari kriris baru ini, masalah selanjutnya adalah: siapa yang akan membayar hutang publik Italia yang sangat besar. Setelah bertahun-tahun kenaikan pajak atas upah dan potongan pajak untuk bisnis dan profit, kami sudah berkampanye untuk memperkenalkan pajak kekayaan untuk orang-orang kaya. Pajak kekayaan 10% untuk 10% penduduk terkaya (berjumlah sekitar 400 miliar euro) akan memungkinkan untuk memperbaiki negara kesejahteraan kita, dan sistem kesehatan kita pada khususnya dan mengurangi hutang publik.

Kami berharap pengalaman kami dapat membantu pekerja, aktivis serikat dan kawan-kawan kami di negeri di mana penyebaran pandemi ini berada belakangan dari situasi kami.

Kami juga mengusulkan untuk mengadakan konferensi melalui internet (mis. Skype, zoom atau saluran lainnya) untuk bertukar pengalaman, pandangan dan untuk mengambil inisiatif internasional bersama.

Robert Luzzi untuk SI Cobas, Italia.

Diterjemahkan dari Facing the coronavirus-capitalist epidemic in Italy

Share this post

One thought on “Menghadapi Epidemi Virus Korona – Kapitalis di Italia, Laporan SI Cobas

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.