F-SEDAR Belajar, berpolitik, sejahtera!
27 Oktober 2019 / 0 Comments / Posisi

Pernyataan Solidaritas untuk 18 Tahun Perjuangan 237 Buruh Toyota Filipina

Aksi KSPB di depan Kedubes Jepang bersolidaritas untuk buruh Toyota Filipina, 27 Oktober 2019.

Toyota Motors Philippines Corporation (TMPC) berdiri sejak Agustus 1988 di Bicutan, Paranaque City. TMPC membuka pabrik baru di Santa Rosa City, Provinsi Laguna pada November 1996. TMPC mempekerjakan 1.700 pegawai dan memproduksi 49 ribu kendaraan setiap tahun yang merupakan satu dari 53 produsen mobil Toyota di seluruh dunia. TMPC adalah manufaktur mobil terbesar di Filipina dalam hal penjualan dan produksi.

Serikat buruh Toyota, Toyota Motors Philippines Corporation Workers Association (TMPCWA), terdaftar di Departemen of Labor and Employment (DOLE) setempat. Pada Maret 2000, DOLE memberikan sertifikat hak untuk berunding dengan pengusaha Toyota. Namun Toyota Filipina melakukan komplain dan menyatakan bahwa hal itu tidak sah. Pada 21-23 Februari 2001, DOLE menggelar acara dengar pendapat (hearing). Sebanyak 300 anggota TMPCWA mengambil hari libur untuk menghadiri hearing tersebut, tapi Toyota menganggapnya sebagai mogok ilegal.

Toyota melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 237 pekerja dengan alasan telah melakukan pemogokan ilegal. Menolak PHK, 237 pekerja melakukan pemogokan yang sebenarnya. Pemogokan diakhiri oleh DOLE dengan membawa kasus ini ke arbitrase pada 10 April 2001. Sejak itu, nasib buruh terkatung-katung.

Tidak cukup sampai di situ, petugas keamanan Toyota menuntut 20 buruh secara pidana dengan tuduhan pengancaman selama pemogokan. Alat bukti yang digunakan oleh pengusaha adalah video yang diambil dari kamera keamanan gedung TMPC sendiri. Upaya-upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh pengusaha terhadap pengurus serikat buruh untuk melemahkan perjuangan buruh.

Pada tahun 2003, TMPCWA mengadukan masalah ini di Komite Kebebasan Berserikat Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang menghasilkan rekomendasi untuk Pemerintah Filipina di antaranya agar: menjadikan prinsip kebebasan berserikat dan berunding bersama masuk ke dalam program legislasi nasional; melakukan segala upaya memastikan TMPCWA dan TMPC bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan bersama; memulai diskusi untuk mempertimbangkan mempekerjakan buruh kembali, atau membayar kompensasi yang memadai; mengambil langkah-langkah mencabut tuntutan pidana terhadap pengurus serikat

Tapi, pada 2008, Mahkamah Agung Filipina malah memenangkan Toyota dengan menyatakan mogok buruh sebagai mogok ilegal dan sertifikat hak berunding buruh tidak sah. Bahkan sudah sejak tahun 2006, personel militer ditempatkan di depan pabrik Toyota.

Berkat dukungan ILO dan DOLE, akhirnya tuntutan pidana terhadap 20 anggota TMPCWA ditarik di pengadilan oleh penggugat dan mereka dibebaskan dari segala dakwaan pada Mei 2013. Namun, buruh telah kehilangan kesempatan selama 12 tahun mendapatkan pekerjaan yang layak karena tuntutan pidana.

Sejak tahun 2005, TMPCWA telah mengorganisir kampanye Shame On Toyota, melakukan aksi setiap tahunnya untuk menuntut tanggung jawab Toyota. Di Jepang, organisasi masyarakat sipil dan serikat buruh mendirikan kelompok dukungan (Support Group) untuk perjuangan buruh TMPCWA. Massa melakukan aksi setiap tahun di depan kantor pusat Toyota di Toyota city, Tokyo. Pada 17 September 2018, Support Group for TMPCWA kembali melakukan aksi di kantor pusat Toyota dimana KSPB juga melakukan aksi solidaritas pada 9 September 2018 di depan pabrik Toyota Indonesia, Jakarta Utara.

Tahun ini, kami kembali melakukan aksi solidaritas yang sama dengan melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia untuk menuntut tanggungjawab pemerintah Jepang atas nasib buruh-buruh Toyota Filipina.

Bagi kami solidaritas adalah kunci kemenangan kaum buruh karena di dalam kekuasaan modal, buruh dimana pun memiliki nasib yang sama tanpa dibedakan oleh kebangsaan, warna kulit, ras, agama dan identitas lainnya. Di Indonesia kita juga mudah menemukan nasib buruh terutama di pabrik-pabrik pemasok otomotif mengalami berbagai masalah seperti upah yang rendah, jam kerja berlebihan, kerja kontrak, outsourcing, harian dan magang.

Oleh karena itu, kami dari Komite Solidaritas untuk Perjuangan Buruh menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mendukung Perjuangan Buruh Toyota Filipina untuk mendapatkan kembali hak-haknya. Pemenuhan hak-hak buruh tidak mengenal kadaluarsa, meskipun 18 tahun telah berlalu.
  2. Mendesak Toyota untuk kembali bernegosiasi dengan Toyota Motors Philippines Corporation Workers Association (TMPCWA) dalam menyelesaikan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.
  3. Mendesak Toyota untuk menjalankan rekomendasi International Labour Organization (ILO) terkait dengan permasalahan PHK terhada 237 buruh TMPCWA.
  4. Mendesak Pemerintah Jepang untuk memastikan Toyota menjalankan rekomendasi International Labour Organization (ILO) terkait dengan permasalahan PHK terhada 237 buruh TMPCWA.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, Panjang Umur Solidaritas!

Jakarta, 27 Oktober 2019

Komite Solidaritas Perjuangan Buruh (KSPB) BEKASI

Yang Tergabung,

Serikat Kobelco Indonesia
Serikat Gerakan Buruh Bumi Indonesia
Serikat Pejuang Buruh Sejahtera Indonesia
Asosiasi Karyawan untuk Solidaritas Indonesia
Serikat  Buruh Bermartabat Indonesia
Serikat Pekerja Metal Bersatu
Solidaritas Indonesia
Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan


Pernyataan KSPB Mendukung Pemogokan Buruh PT HRS Indonesia

Mulai hari Senin, 11 November 2019, 118 buruh PT HRS Indonesia yang tergabung dalam Serikat Pekerja Metal Bersatu PT HRS Indonesia (SPMB PT HRSI), melakukan…

Read More

Siaran Pers: Tolak PHK 73 Buruh Subkontraktor Mitsubishi

Siaran Pers Tolak PHK 73 Buruh Subkontraktor Mitsubishi; Berikan Kebebasan Berserikat dan Angkat Buruh Menjadi Karyawan Tetap Sebanyak 73 buruh dikenai pemutusan hubungan kerja (PHK)…

Read More

Dukungan Federasi SEDAR untuk Pemogokan dan Tuntutan Buruh PT Daesol Indonesia

Demo buruh Daesol di Kedutaan Besar Korea, 28 Oktober 2015. Bersama ini Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan mengecam keras tindakan vendor Toyota dan General Motors,…

Read More
About the author

F-SEDAR: Serikat buruh yang memperjuangkan kesejahteraan buruh, demokrasi dan hak asasi manusia dalam perjuangan ekonomis dan perjuangan politik. Belajar, bekerja, berpolitik, sejahtera!

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *