17 Tahun Toyota Filipina Terlantarkan 237 Buruh, Pernyataan Solidaritas untuk Buruh Toyota Filipina

Toyota Motors Philippines Corporation (TMPC) berdiri sejak Agustus 1988 di Bicutan, Paranaque City. TMPC membuka pabrik baru di Santa Rosa City, Provinsi Laguna pada November 1996. TMPC mempekerjakan 1.700 pegawai dan memproduksi 49 ribu kendaraan setiap tahun yang merupakan satu dari 53 produsen mobil Toyota di seluruh dunia. TMPC adalah manufaktur mobil terbesar di Filipina dalam hal penjualan dan produksi.

Serikat buruh Toyota, Toyota Motors Philippines Corporation Workers Association (TMPCWA), terdaftar di Departemen of Labor and Employment (DOLE) setempat. Pada Maret 2000, DOLE memberikan sertifikat hak untuk berunding dengan pengusaha Toyota. Namun Toyota Filipina melakukan komplain dan menyatakan bahwa hal itu tidak sah. Pada 21-23 Februari 2001, DOLE menggelar acara dengar pendapat (hearing). Sebanyak 300 anggota TMPCWA mengambil hari libur untuk menghadiri hearing tersebut, tapi Toyota menganggapnya sebagai mogok ilegal.

Toyota melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 237 pekerja dengan alasan telah melakukan pemogokan ilegal. Menolak PHK, 237 pekerja melakukan pemogokan yang sebenarnya. Pemogokan diakhiri oleh DOLE dengan membawa kasus ini ke arbitrase pada 10 April 2001. Sejak itu, nasib buruh terkatung-katung.

Tidak cukup sampai di situ, petugas keamanan Toyota menuntut 20 buruh secara pidana dengan tuduhan pengancaman selama pemogokan. Alat bukti yang digunakan oleh pengusaha adalah video yang diambil dari kamera keamanan gedung TMPC sendiri. Upaya-upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh pengusaha terhadap pengurus serikat buruh untuk melemahkan perjuangan buruh.

Pada tahun 2003, TMPCWA mengadukan masalah ini di Komite Kebebasan Berserikat Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang menghasilkan rekomendasi untuk Pemerintah Filipina di antaranya agar: menjadikan prinsip kebebasan berserikat dan berunding bersama masuk ke dalam program legislasi nasional; melakukan segala upaya memastikan TMPCWA dan TMPC bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan bersama; memulai diskusi untuk mempertimbangkan mempekerjakan buruh kembali, atau membayar kompensasi yang memadai; mengambil langkah-langkah mencabut tuntutan pidana terhadap pengurus serikat

Tapi, pada 2008, Mahkamah Agung Filipina malah memenangkan Toyota dengan menyatakan mogok buruh sebagai mogok ilegal dan sertifikat hak berunding buruh tidak sah. Bahkan sudah sejak tahun 2006, personel militer ditempatkan di depan pabrik Toyota.

Berkat dukungan ILO dan DOLE, akhirnya tuntutan pidana terhadap 20 anggota TMPCWA ditarik di pengadilan oleh penggugat dan mereka dibebaskan dari segala dakwaan pada Mei 2013. Namun, buruh telah kehilangan kesempatan selama 12 tahun mendapatkan pekerjaan yang layak karena tuntutan pidana.

Sejak tahun 2005, TMPCWA telah mengorganisir kampanye Shame On Toyota, melakukan aksi setiap tahunnya untuk menuntut tanggung jawab Toyota. Di Jepang, organisasi masyarakat sipil dan serikat buruh mendirikan kelompok dukungan (Support Group) untuk perjuangan buruh TMPCWA. Massa melakukan aksi setiap tahun di depan kantor pusat Toyota di Toyota city, Tokyo. Tahun ini, Support Group for TMPCWA akan kembali melakukan aksi di kantor pusat Toyota pada 17 September 2018.

Apa yang menimpa buruh Filipina adalah bukti nyata penindasan yang dilakukan oleh korporasi terhadap buruh. Yang mana hal ini juga bisa menimpa buruh Indonesia dan di seluruh dunia. Di bawah kekuasaan korporasi yang memiliki modal dan dilindungi oleh negara, kekuatan kita hanyalah solidaritas di antara massa tertindas.

Oleh karena itu, kami dari Komite Solidaritas untuk Perjuangan Buruh menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mendukung Perjuangan Buruh Toyota Filipina untuk mendapatkan kembali hak-haknya.
  2. Mendesak Toyota untuk kembali bernegosiasi dengan Toyota Motors Philippines Corporation Workers Association (TMPCWA) dalam menyelesaikan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.
  3. Mendesak Toyota untuk menjalankan rekomendasi International Labour Organization (ILO) terkait dengan permasalahan PHK terhada 237 buruh TMPCWA.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, Panjang Umur Solidaritas!

Jakarta, 9 September 2018
Komite Solidaritas untuk Perjuangan Buruh (KSPB)
Koordinator,

DAMIRI
0877-8801-2740

Yang Tergabung:


Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (SEDAR),
Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN),
Perhimpunan Trimoerti,
FNKSDA Bandung,
Kolektifa,
HMI Ilmu Terapan Telkom,
United Voice Telkom,
AKMI,
Aliansi Pelajar Bandung,
Angin Malam,
Women Study Center
Komite Satu Mei untuk Kemerdekaan, Kesetaraan dan Kesejahteraan (KOMITMEN)
1. FSEDAR
2. Gereja Kristen Anugerah
3. Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENET)
4. PEMBEBASAN
5. Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)
6. Jaringan Advokasi Tambang (JATAM)
7. Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers)
8. Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya (LBHKBR)
9. Serikat Kebudayaan Masyarakat Indonesia
10. TRIMOERTI
11. METARUANG
12. Perhimpunan International People Tribunal 1965 (Perhimpunan IPT 65)
13. Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Bogor
14. Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI)
15. Pusat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI)
16. Partai Pembebasan Rakyat (PPR)
17. Asep Komarudin, Pengacara LBH Pers
18. Roy Murtadho

Sebarkan...

One thought on “17 Tahun Toyota Filipina Terlantarkan 237 Buruh, Pernyataan Solidaritas untuk Buruh Toyota Filipina”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.