Boikot FamilyMart Sampai Hak Buruh Dipenuhi!

PT Fajar Mitra Indah (FMI) yang merupakan gudang FamilyMart yang mempekerjakan sekitar 80 orang buruh. PT FMI menggunakan buruh kontrak yang dipekerjakan tanpa kontrak kerja, tanpa slip gaji, tanpa uang transport, tanpa uang makan, tanpa pembayaran lembur di hari libur nasional dan seringkali memotong gaji buruh dengan alasan kehilangan barang tanpa merincikan barang-barang apa saja yang hilang. FamilyMart juga mempekerjakan buruh ibu-ibu dengan status harian dan upah di bawah ketentuan upah minimum.

Serikat buruh, Asosiasi Karyawan untuk Solidaritas Indonesia PT. Fajar Mitra Indah (AKSI PT. FMI) telah berusaha merundingkan masalah ini sebanyak tiga kali. Buruh sudah bernegosiasi dengan pengusaha agar mematuhi hukum ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Serikat buruh mengajukan pengangkatan 26 buruh menjadi karyawan tetap, tunjangan makan dan tunjangan transportasi. Tapi perusahaan menolak memenuhi tuntutan buruh yang normatif tersebut. 

Pengusaha hanya mau membayarkan kekurangan upah buruh perempuan dan kemudian memecat ibu-ibu tersebut. Para ibu menolak, sekalipun pengusaha menawarkan pesangon.

Buruh terpaksa melakukan mogok yang sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku dari tanggal 21 September 2018 sampai 7 Oktober 2018. Pengusaha PT. FMI malah mendatangkan tentara untuk menjaga pabrik gudang FamilyMart yang berlokasi Desa Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi ini.

Tentara menjaga gudang FamilyMart di Desa Sukadanau

Pengusaha menggantikan buruh dengan pekerja dari luar yang mana tindakan ini adalah pidana pelanggaran yang bisa diancam pidana penjara satu bulan hingga 12 bulan. (Pasal 144 dan 187 UU No. 13/2003)

Tidak hanya itu, PT FMI juga berusaha mendiskualifikasikan buruh yang mogok sebagai tindakan mangkir, membuat ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga benar-benar melakukan PHK terhadap buruh yang masa kerjanya di bawah dua tahun.

Padahal sudah sewajarnya apabila PT. FMI sebagai perusahaan perpanjangan tangan perusahaan ritel besar sekelas FamilyMart memenuhi hak-hak buruh gudangnya. Gudang adalah bagian vital dalam usaha ritel FamilyMart. Apalagi FamilyMart merupakan perusahaan ritel terbesar kedua di Jepang.

Selain FamilyMart, yang harus bertanggung jawab juga adalah perusahaan Wings Group sebagai perusahaan induk dari PT FMI. Kerja sama antara Wings Group dan FamilyMart telah melahirkan PT. FMI yang menyuplai barang ke 103 toko ritel FamilyMart.

Investasi FamilyMart sebagai modal asal Jepang dengan mengabaikan hak-hak buruh adalah bukti bahwa hukum masih bisa dilanggar begitu saja oleh investor. FamilyMart tidak saja menjadikan rakyat Indonesia sebagai pasar, tetapi juga memeras keringat buruhnya. Hal ini adalah bukti penjajahan modal yang tidak bisa kita biarkan lebih lama lagi.

Hari ini kita harus menyatakan memboikot FamilyMart dan berhenti membeli barang-barang milik Wings Group sampai mereka sadar bahwa 26 buruh PT FMI harus dipenuhi hak-haknya. Selama hak-hak buruh tidak dipenuhi, selama itu pula kita nyatakan BOIKOT!

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.