Pengusaha Harus Jalankan Anjuran Disnaker dan Kode Etik, Angkat Buruh PT Keihin Indonesia Menjadi Pekerja Tetap

Pengusaha Harus Jalankan Anjuran Disnaker dan Kode Etik, Angkat Buruh PT Keihin Indonesia Menjadi Pekerja Tetap

Kami dari Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (FSEDAR) selaku federasi yang menaungi Serikat Revolusi Buruh PT Keihin Indonesia (PTP SERBU PT KI) dengan ini kembali turun ke jalan di depan pabrik PT Keihin Indonesia, Kawasan MM2100, Cikarang Barat, Kab. Bekasi, dengan cara jaga jarak, meskipun di tengah kekhawatiran terhadap virus corona. Kami tidak memiliki jalan lain karena situasi kami yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak. Kami menyampaikan tuntutan kami sebagai berikut:

  1. PT Keihin Indonesia adalah perusahaan dengan pemodal asal Jepang yang bergerak dalam produksi komponen, suku cadang, dan aksesoris kendaraan bermotor roda dua, empat atau lebih yang merupakan bagian dari Keihin Corporation yang berkantor pusat di Jepang. Keihin memiliki kode etik untuk menghargai hak asasi manusia, tidak melakukan diskriminasi dan mematuhi ketentuan hukum, yang dimuat di https://www.keihin-corp.co.jp/english/company/declaration.html.
  2. PT Keihin Indonesia merupakan vendor utama dari ASTRA GRUP atau PT Astra International, Inc, yang memiliki kode etik mematuhi hukum yang berlaku, sebagaimana dimuat di https://www.astra.co.id/Public/Files/Corporate%20Governance/Astra%20Code%20of%20Conduct%20(bahasa).pdf. Selain itu, mayoritas saham PT Astra International Inc., dimiliki oleh Jardine Cycle & Carriage yang mengadopsi praktik-praktik corporate governance, termasuk tidak menolerir kegagalan dalam mematuhi hukum yang berlaku yang dimuat dalam https://www.jcclgroup.com/about/corporate-governance/;
  3. Namun, sejak awal perselisihan antara PT. Keihin Indonesia dengan SERBU PT KI, perusahaan selalu mengabaikan permohonan bipartit yang dilayangkan oleh serikat pekerja, tidak menjalankan Anjuran dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Karawang dengan Nomor: 565/1170/HIPK tertanggal 20 Februari 2020 sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara damai, menggugat buruh di pengadilan hubungan industrial (PHI) dan terakhir tidak membayarkan upah terakhir beberapa pekerja yang kontraknya dinyatakan habis. Alasan pengusaha tidak membayarkan upah karena buruh belum mengembalikan seragam, tidak ada hubungannya satu sama lain. Pengembalian seragam berhubungan dengan perkara hubungan industrial yang sampai saat ini sedang berlangsung dan secara hukum buruh masih memiliki hubungan kerja dengan PT. Keihin Indonesia.

Dari fakta hukum yang ada maka Dewan Pengurus Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan menyatakan sikap :

  • Meminta PT Keihin Indonesia untuk menajalankan Anjuran dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Karawang dengan Nomor: 565/1170/HIPK tertanggal 20 Februari 2020 perihal Anjuran;
  • Meminta PT Keihin Indonesia membayar upah pekerja yang belum dibayar upah terakhirnya beserta denda keterlambatan upah sesuai ketentuan PP nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan;
  • Pekerjakan kembali buruh anggota dan Penggurus Pengurus Tingkat Perusahaan Serikat Revolusi Buruh PT Keihin Indonesia (PTP SERBU PT KI) yang di kenai PHK sepihak menjadi karyawan tetap sesuai sesuai ketentuan Pasal 59 ayat (7) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;

Agar permasalahan ini tidak semakin berlarut yang dapat merugikan kedua belah pihak, kami berharap agar tuntutan kami dapat dipenuhi dengan segera. Kami juga akan menyampaikan tuntutan kami ke Keihin Corporation, Astra Internasional dan Jardine Cycle & Carriage.

Tertanda,
Dewan Pengurus Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan

Share this post

One thought on “Pengusaha Harus Jalankan Anjuran Disnaker dan Kode Etik, Angkat Buruh PT Keihin Indonesia Menjadi Pekerja Tetap

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.