Pernyataan Sikap 8 Maret 2020: Mendukung Perjuangan Buruh AICE Memperbaiki Kondisi Kerja

Pernyataan Sikap 8 Maret 2020: Mendukung Perjuangan Buruh AICE Memperbaiki Kondisi Kerja
Aksi buruh perempuan F-SEDAR dalam Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 2020.

Sejak 21 Februari 2020, sekitar 600 buruh es krim AICE, PT Alpen Food Industry melakukan pemogokan setelah gagalnya perundingan yang telah berlangsung sejak tahun lalu. Permasalahan lainnya yang membuat buruh resah adalah kondisi kerja yang tidak memadai, penggunaan buruh kontrak, buruh hamil dipekerjakan pada malam hari hingga tingginya kasus keguguran dan kematian bayi baru lahir. Dalam pendataan serikat pekerja, sejak tahun lalu telah terjadi 20 kasus kematian bayi maupun keguguran dari total 359 buruh perempuan yang bekerja di pabrik AICE.

Buruh perempuan juga sulit mengambil cuti haid. Begitu juga untuk mengambil izin atau mengurus izin sakit. Perusahaan menyediakan klinik dan dokter sendiri yang seringkali memiliki diagnosa sendiri. Buruh tidak dapat mengambil second opinion dari dokter atau klinik lain. Bisa dibayangkan, buruh tidak mendapatkan layanan kesehatan secara demokratis karena satu-satunya dokter yang bisa memberikan izin sakit hanya dokter perusahaan saja!

Sejak 2017, buruh telah berusaha mempersoalkan berbagai permasalahan kondisi kerja agar mencapai kondisi kerja yang ideal sesuai dengan ketentuan Undang-Undang yang berlaku. Buruh memang membutuhkan pekerjaan, namun bukan berarti harus menerima saja kondisi kerja yang tidak layak. Apalagi, barang yang diproduksi adalah makanan/minuman yang dikonsumsi oleh banyak orang. Kualitas es krim yang dihasilkan tentu sangat bergantung dengan kondisi buruhnya.

Protes yang dilakukan oleh buruh malah dijadikan alasan oleh perusahaan untuk melakukan mutasi-mutasi sepihak (bahkan demosi), pemberian sanksi sepihak, skorsing hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya-upaya juga sudah dilakukan, dari berunding, mediasi upah dan masalah kontrak kerja di Disnaker Kabupaten Bekasi, melaporkan permasalahan kondisi kerja ke pengawas, melaporkan permasalahan skorsing dan hak mogok ke Komnas HAM hingga melaporkan masalah buruh perempuan hamil ke Komnas Perempuan. Sejauh ini, Komnas Perempuan telah mengeluarkan rekomendasi agar buruh perempuan hamil tidak dipekerjakan pada malam hari. Namun, praktik kerja malam tersebut masih saja berlangsung.

Anehnya, Disnaker Kabupaten Bekasi mengeluarkan anjuran tanpa mengikuti prosedur mediasi sebagaimana diatur dalam peraturan menteri maupun kebiasaan yang ada. Baru satu kali undangan mediasi, mediator langsung membuat Anjuran. Seluruh isinya persis sama dengan posisi perusahaan. Pendapat buruh sama sekali tidak didengar. Bahkan mediator menyatakan tidak ada pembicaraan soal bonus, sedangkan pembicaraan itu ada dan buruh memiliki bukti dokumentasinya.

Dalam persoalan upah, buruh telah mengajukan kompromi agar upah dikembalikan dengan hitungan baru agar mencapai upah lama (upah tidak turun). Asalkan kondisi kerja diperbaiki dengan benar, sehingga kompensasi dari upah yang pas-pasan ada pada kondisi kerja yang manusiawi. Kebocoran amoniak dan bahan kimia lain harus dicegah jangan sampai terjadi sama sekali. Akibatnya tidak dirasakan sekarang, tapi di kemudian hari. Kalau perlu bahan baku pendingin harus diganti dengan yang lebih aman.

Kondisi kerja selengkapnya dapat dibaca di: https://fsedar.org/kasus/rangkuman-kasus-aice/

Kami dari Komite Solidaritas Perjuangan untuk Buruh AICE dengan ini menyatakan sikap penyelesaian kondisi kerja yang buruk di pabrik es krim AICE dapat diselesaikan dengan pemenuhan tuntuan sebagai berikut:

  1. Pekerjakan Buruh hamil di siang hari (jangan dipekerjakan malam hari, beban kerja beratnya dikurangi, dan lakukan pemeriksaan atas banyaknya yang keguguran!
  2. Cuti haid jangan dipersulit dan tanpa syarat!
  3. Permudah pengobatan dan rujukan Faskes BPJS, jangan ada penolakan dalam memberikan rujukan, dan bebaskan buruh untuk memilih jalan pengobatannya tanpa sanksi yang merugikan!
  4. Batalkan Skorsing dan PHK sewenang-wenang!
  5. Batalkan Surat Peringatan (SP) sewenang-wenang!
  6. Cabut pasal-pasal Peraturan Perusahaan (PP) yang bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Buat Perjanjian Kerja Bersama!
  7. Batalkan mutasi dan demosi sewenang-wenang!
  8. Hentikan Perlakuan atasan yang tidak manusiawi!
  9. Lindungi masyarakat/konsumen dari produk yang tidak sehat, karena diduga produksi tercemar microba dan tetap dijual!
  10. Angkat Buruh kontrak yang dipekerjakan di bagian produksi tetap menjadi buruh tetap, pekerjakan kembali mereka yang di-PHK!
  11. Hentikan diskriminasi dan pemberangusan serikat!
  12. Bayarkan bonus sesuai ketentuan yang disepakati bersama, dan jangan menipu dengan memberikan cek kosong dan cek tidak aktif!
  13. Naikkan upah sesuai ketentuan Undang-Undang dan berdasarkan kesepakatan dengan memenuhi unsur selisih UMK/UMSK, Golongan, masa kerja, jabatan, pendidikan, kompetensi dan tunjangan keluarga!
  14. Tentukan Struktur dan Skala Upah dengan terlebih dahulu menyepakati upah pokok bersama buruh/serikat, jangan ditentukan sepihak!
  15. Pecat Mediator Disnaker yang tidak netral!
  16. Tindak Polisi yang diduga tidak netral dan diduga melanggar PROTAP!
  17. Tindak tentara masuk pabrik yang diduga melanggar PROTAP!
  18. Tindak Manajemen yang diduga menghalangi dan menghambat pemogokan; dan diduga melakukan tindakan balasan atas pemogokan!
  19. Perbaiki dan pebaharui peralatan-peralatan dan sarana-sarana kerja di bagian-bagian tertentu yang masih manual (tradisional) sehingga beban kerja menjadi tidak berat dan tidak mengakibatkan hernia!
  20. Pemerintah harus melakukan investigasi atas dugaan terjadinya pencemaran lingkungan dari pembuangan pembersihan amoniak dan diduga masih ada kebocoran amoniak!
  21. Pemerintah harus melakukan pemeriksaan K3 secara benar, karena K3 belum diperiksa dengan benar dan baik.
  22. Hentikan target yang sewenang-wenang, perusahaan harus membuat target sesuai standar K3 yang berlaku!

Demikian pernyataan sikap ini kami buat, atas waktu dan perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Bekasi, 27 Februari 2020
Komite Solidaritas Perjuangan untuk Buruh AICE (KSPB AICE)
1. Serikat Pekerja Metal Bersatu
2. Serikat Kobelco Indonesia
3. Serikat Gerakan Buruh Bumi Indonesia
4. Serikat Buruh Bumi Manusia
5. Serikat Pejuang Buruh Sejahtera Indonesia
6. Serikat Buruh Pemuda Indonesia
7. Asosiasi Karyawan untuk Solidaritas Indonesia
8. Serikat Buruh Bermartabat Indonesia
9. Serikat Pekerja Automotif Indonesia
10. Solidaritas Indonesia
11. Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan

Narahubung: +62 877-8801-2740 (Sarinah)

Share this post

One thought on “Pernyataan Sikap 8 Maret 2020: Mendukung Perjuangan Buruh AICE Memperbaiki Kondisi Kerja

Post Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.