Siaran Pers SGBBI AICE PT Alpen Food Industry Hari Keempat Pemogokan

mogok buruh aice
mogok buruh aice
Pemogokan buruh AICE PT. Alpen Food Industry hari keempat, Minggu, 5 November 2017.

Siaran Pers
Serikat Gerakan Buruh Bumi Indonesia
Nomor: 002/SGBBI/04/11/2017

Untuk disebarluaskan,

Sehubungan dengan pemogokan selama 15 hari yang dilaksanakan sejak tanggal 2 November 2017 oleh Serikat Gerakan Buruh Bumi Indonesia (SGBBI) sebagai hasil dari gagalnya perundingan dengan pihak pengusaha mengenai tuntutan SGBBI agar pengusaha PT. Alpen Food Industry mengangkat pekerja/buruh anggota SGBBI menjadi karyawan tetap sesuai dengan ketentuan Pasal 59 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan) jo. Kepmen Nomor 100 Tahun 2004 tentang PKWT, maka dengan ini kami menginformasikan perkembangan terbaru dan menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Bahwa kami mengapresiasi kesediaan pengusaha PT. Alpen Food Industry untuk mengangkat seluruh pekerja/buruh yang diajukan oleh SGBBI menjadi karyawan tetap sesuai dengan UU Ketenagakerjaan dan mengizinkan pekerja/buruh anggota kami yang sebelumnya dikenai pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk masuk kerja kembali, yang disampaikan dalam pertemuan dengan serikat pekerja pada hari Jumat, 4 November 2017 yang disaksikan oleh pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi dan Kementerian Ketenagakerjaan.
  2. Bahwa dengan itikad baik kami memutuskan untuk masuk kerja kembali pada Senin, 6 November 2017 bersama-sama dengan pekerja/buruh yang sebelumnya telah dikenai PHK.
  3. Bahwa pada hari Minggu, 5 November 2017 adalah hari pemogokan keempat yang kami isi dengan pertemuan akbar untuk mendengarkan suara anggota. Pertemuan akbar tersebut telah berlangsung dengan dihadiri oleh 659 pekerja/buruh dan individu serta organisasi yang mendukung perjuangan kami (bersolidaritas). Sebab, kekuatan massa anggota pekerja/buruh adalah inti dari pemogokan ini.
  4. Bahwa komitmen pengusaha untuk mengangkat pekerja/buruh anggota SGBBI belum merupakan komitmen final sampai dengan adanya Perjanjian Bersama (PB) yang memiliki kekuatan hukum tetap dan bisa dieksekusi, serta diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Karyawan oleh perusahaan, sehingga kemungkinan pekerja/buruh untuk kembali melakukan mogok kerja secara sah sesuai dengan Peraturan Ketenagakerjaan tetap terbuka jika komitmen tersebut tidak direalisasikan secara konkrit oleh pengusaha PT. Alpen Food Industry.
  5. Bahwa mengenai dugaan adanya tindak pidana ketenagakerjaan seperti dugaan pembayaran upah di bawah upah minimum kota/kabupaten (UMK), BPJS Ketenagakerjaan, upaya menghalangi pendirian serikat pekerja dan mogok sah, akan kami proses sesuai dengan ketentuan hukum pidana yang berlaku terhadap individu-individu yang diduga menjadi pelaku tindak pidana tersebut.
  6. Bahwa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan individu dan organisasi seperti SEDAR, SEBUMI NANBU, SKI, SEPASI, KASBI, SOLIDARITAS-NET, PEMBEBASAN, KOBUMI, FSBMN, Rakyat Kebun Jeruk dan Taman Sari Bandung, rekan-rekan jurnalis serta masyarakat umum yang telah memberikan perhatian maupun mendukung perjuangan kami. Kami berharap masyarakat terus mengawal proses pengangkatan pekerja/buruh PT. Alpen Food Industry anggota SGBBI sampai dengan diterbitkannya SK Pengangkatan Karyawan. Hal ini sesuai dengan semangat Permenaker Nomor 33 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengawasan Ketenagakerjaan yang memberikan peluang bagi masyarakat umum untuk mengawasi kondisi kerja di perusahaan agar sesuai dengan hukum ketenagakerjaan.

Ketua,
Panji Novembri
(No. HP 0813-8791-5715)

Sekretaris,
Rian Hidayat
(No. HP 0856-9473-2902)

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *