F-SEDAR Belajar, berpolitik, sejahtera!
27 Juli 2020 / 0 Comments / Blog, Luar Negeri

Suara Buruh Haft Tappeh adalah Suara Kita!

Haft Tappeh Workers 41 day strikes

Lantangkan Suara, Kita Kerahkan Tenaga dan Kekuatan ke Garis Depan!

Epidemi virus Corona, telah memaksa seluruh negara kapitalis, termasuk Republik Islam Iran, untuk bersembunyi, Virus Corona menjadi dalih atas krisis ekonomi mereka. Sedangkan kondisi epidemi di Iran, telah mengklaim ribuan nyawa dan jutaan orang beresiko tertular virus Corona, kemiskinan dan kelaparan telah membuat hidup jutaan orang menderita.

Ada banyak protes buruh sebelum virus Corona mewabah di Iran, termasuk dua pemberontakan sosial, oleh kaum miskin dan masyarakat kelas bawah pada Desember 2017 dan November 2019, yang semakin mempertajam kesenjangan hubungan masyarakat dengan Rezim Islam Iran.

Dengan mewabahnya virus Corona, pembatasan jarak sosial, dan pengkarantinaan, Republik Islam Iran mencoba memanfaatkan situasi tersebut untuk menutupi cacat-cacatnya dan menyelamatkan dirinya sendiri dengan tidak menyediakan barang-barang kesehatan dasar dan fasilitas keselamatan bagi masyarakat.

Demi mempertahankan keberlangsungan kekuasaannya, Rezim Islam Iran telah setidaknya lima kali memberlakukan upah buruh di bawah garis kemiskinan, memberikan tekanan terhadap tahanan politik, mengintensifkan penyiksaan, pelecehan dan perlakuan buruk terhadap wanita, siswa, guru, dan menekan para pemrotes sosial dengan cambuk dan denda untuk pekerja, dan melakukan upaya untuk mengeksekusi para tahanan pada November 2019, Semua hal tersebut merupakan contoh nyata dari upaya rezim untuk mempertahankan cengkeramannya pada kekuasaan. Dalam hal ini, di tingkat internasional dan di mata pemerintahan global: rezim telah jatuh dalam keputusasaan.

Karena penangkapan puluhan ribu dan pembantaian ratusan orang saat protes publik pada  November 2019, sekali lagi, massa rakyat pemberontak kembali menjadi bara dalam sekam yang akan menyala saat tiba waktunya. Epidemi Corona memberi jeda yang tak terhindarkan dalam kelanjutan protes sosial, di mana Rezim Islam Iran dengan dalih Corona mencoba membeli peluang dan menggunakannya untuk memperbaiki fondasi kekuasaannya yang goyah. Tanpa menyadari bahwa kondisi kehidupan para pekerja dan mata pencaharian mayoritas masyarakat serta perjuangan yang tak terhindarkan di sekitarnya, bahkan sekalipun dalam kondisi Corona akan membuat para kapitalis dan Rezim Islam Iran tidak dapat tidur.

‘Protes-protes dan pemogokan para penambang batu bara di Kerman, pekerja kota, buruh-buruh kereta api (buruh konstruksi dan kereta api), pekerja Aazarab, pekerja Rumah Sakit dan pekerja sosial Rumah Sakit, pekerja konstruksi bangunan, dan sekarang pemogokan Buruh-buruh  Tebu Haft Tappeh, sekali lagi menegaskan, bahwa krisis kapitalisme dan ketidakmampuan Rezim Islam Iran dalam konteks penanganan virus Corona, telah mengancam kehidupan dan keberadaan kelas pekerja.

Pemogokan buruh Haft Tappeh yang dimulai pada 15 Juni, di provinsi Khuzestan yang terdampak wabah Corona dengan jelas mengartikulasikan tuntutan mereka. Mereka menuntut terkait dengan kehidupan dan kelangsungan hidup mayoritas rakyat Iran, dan fakta tersebut mewajibkan kita semua untuk bergabung dan mendukung perjuangan meraka.

Perjuangan melawan penggelapan dan pencurian yang telah berakar dalam Rezim Islam Iran, juga perjuangan melawan praktik privatisasi kapitalis, dan pemutusan hubungan kerja terhadap angkatan kerja, akan berdampak pada mata pencaharian mayoritas masyarakat, dan mengarah pada pengangguran dan peningkatan jumlah tenaga kerja yang menganggur, Untuk itu kami berterima kasih atas perjuangan buruh-buruh Haft Tappeh, pekerja Foulad (baja) Ahwaz, Hepco dari Arak, pekerja mesin dari Tabriz, pekerja Aazarab, dan perjuangan para penambang yang tuntutanya telah menjadi tuntutan sosial teratas bagi masyarakat saat ini.

Tuntutan-tuntutan kita semua terikat pada perjuangan jutaan pekerja kita. Kapitalisme dan kaum reaksioner Republik Islam Iran adalah lemah dan tidak akan mampu menghadapi kekuatan besar kita. Sekalipun dengan tingkat represif apa pun dan pengerahan segala kekuatan yang tersedia; Kapitalis dan kaum reaksioner Republik Islam Iran tidak akan bisa mengalahkan kita! Kita telah memiliki dua pengalaman, yakni : pemberontakan orang miskin dan rakyat kelas bawah pada bulan Desember 2017 dan November 2019, serta ribuan gerakan protes, termasuk pemogokan selama beberapa minggu pada tahun 2017 yang dilakukan oleh para pekerja Haft Tappeh dan Foulad (baja) dari Ahwaz di Provinsi Khuzestan. Jadi, Mari kita gunakan pengalaman kita dan membebaskan masyarakat kita. Kebebasan dan kesejahteraan bagi rakyat.

Perjuangan kita mengharuskan rezim untuk mencabut hukuman para pekerja yang dipenjara. Perjuangan kita mengharuskan para pelaku penggelapan untuk merespons dan bertanggung jawab.

Suara Buruh-Buruh Haft Tappeh adalah Suara Kita!

Ayo teriakan keras-keras suara kita dengan membawa jutaan kekuatan kita untuk turun ke jalan-jalan dan menunjukkan dengan tindakan, bahwa kita semua adalah Haft Tappehist!

July 2020

Solidarity Committees with Iranian Workers Movement-abroad

solidarityciwm@gmail.com

***

Dikirimkan 15 Juli 2020

Diterjemahkan oleh Bambang Murdiyono dari https://en.fsedar.org/the-haft-tappeh-…ice-is-our-voice/

Blog adalah kolom yang berisi posisi-posisi individu pengurus, anggota maupun eksternal untuk bertukar-pikiran. 


Share:
iwd 2018

IWD: Gerakan Perempuan dan Kelas Pekerja

Setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional. Gerakan Perempuan memiliki hubungan yang erat dengan Kelas Pekerja sehingga mustahil…

Read More

Melatih Keberanian

Pagi menjelang, buruh-buruh bangun dari lelap tidurnya, mandi, memakai minyak wangi agar nanti bau keringat tersamar. Buruh berjalan perlahan menuju titik jemputan, menyalakan sepeda motor…

Read More
kathe kollwitz lukisan

Soal Jam Kerja Panjang atau Terlalu Banyak Lembur

I. Ambil hikmah dari kasus ! Soal jam kerja panjang atau terlalu banyak lembur. Kejadian diambil dari fakta, aku panggil dia A, A adalah buruh…

Read More
About the author

Awni: AWNI (Alternative Workers News Iran) adalah majalah pekerja yang yang berbasis di Iran yang diterbitkan sebulan sekali. Media ini dapat dihubungi di solidarityciwm@gmail.com.

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.