F-SEDAR Belajar, berpolitik, sejahtera!
5 April 2020 / 0 Comments / Blog

Tentang Kedokteran Revolusioner

Dokter muda Kuba mengambil bagian dari upacara kelulusan ribuan profesional dari seluruh penjuru negeri pada 19 September 2005 di Havana. AFP PHOTO/Antonio LEVI

Ernesto Che Guevara

(Disampaikan pada 19 Agustus 1960 kepada Milisi Kuba) 

Perayaan sederhana ini, satu di antara ribuan fungsi publik dengan rakyat Kuba  yang merayakan kebebasan mereka setiap harinya, kemajuan segala hukum revolusioner mereka dan kemajuan mereka yang berada di sepanjang jalan untuk menyempurnakan kemerdekaan, adalah minat khusus bagi saya.

Hampir semua orang tahu, bertahun-tahun yang lalu, saya memulai karir sebagai seorang dokter. Dan ketika saya memulai sebagai seorang dokter, ketika saya mulai belajar kedokteran, sebagian besar konsep yang saya miliki hari ini, sebagai seorang revolusioner, tidak ada dalam bayangan ideal saya dulu.

Seperti semua orang, saya dulu ingin sukses. Saya bermimpi menjadi ilmuwan riset medis yang terkenal; saya bermimpi untuk bekerja tanpa kenal lelah menemukan sesuatu yang akan digunakan untuk membantu umat manusia, tetapi yang melambangkan kesuksesan pribadi saya. Saya dulu, seperti kita semua, adalah anak dari lingkungan sosial saya.

Setelah lulus, karena keadaan khusus dan mungkin juga karena karakter saya, saya mulai melakukan perjalanan ke seluruh Amerika, dan saya menjadi terbiasa dengan semua itu. Kecuali Haiti dan Santo Domingo, saya telah mengunjungi, sampai pada batas tertentu, semua negeri-negeri Amerika Latin lainnya. Karena keadaan di mana saya bepergian, pertama sebagai mahasiswa dan kemudian sebagai dokter, saya berhubungan dekat dengan kemiskinan, kelaparan dan penyakit; dengan ketidakmampuan untuk merawat seorang anak karena kurangnya uang; dengan kebodohan yang dipicu oleh kelaparan dan hukuman terus-menerus, sampai-sampai seorang ayah dapat menerima kehilangan seorang putra sebagai suatu kecelakaan yang tidak penting, hal biasa yang terjadi pada kelas-kelas tertindas di tanah Amerika kita. Dan saya mulai menyadari bahwa pada saat itu, ada hal-hal yang hampir sama pentingnya dengan menjadi terkenal atau memberikan sumbangan penting bagi ilmu kedokteran: saya ingin membantu orang-orang itu.

Tetapi saya terus menjadi, seperti kita semua selalu, seorang anak dari lingkungan sosial saya, dan saya ingin membantu orang-orang itu dengan usaha pribadi saya sendiri. Saya sudah melakukan banyak perjalanan hebat – Saya di Guatemala pada saat itu, Guatemala masa Arbenz – dan saya mulai membuat beberapa catatan untuk memandu perilaku dokter revolusioner. Saya mulai menyelidiki apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang dokter revolusioner.

Namun, kudeta pecah, kudeta yang dibekingi oleh United Fruit Company bersama Departement Luar Negeri, Foster Dulles – pada kenyataannya adalah sama – dan boneka mereka, bernama Castillo Armas. Kudeta ini sukses, sejak rakyat tidak mencapai kematangan yang sama seperti rakyat Kuba hari ini. Di suatu hari yang cerah, seperti hari-hari lainnya, saya mengambil jalan pengasingan, atau setidak-tidaknya, saya mengambil jalan meninggalkan Guatemala, karena tempat ini bukan negeri saya juga.

Kemudian saya menyadari hal mendasar: untuk seseorang yang ingin menjadi dokter revolusioner atau menjadi seorang revolusioner sepenuhnya, pertama-tama harus ada sebuah revolusi. Mengisolir usaha individual, untuk segala kemurnian cita-citanya, tidak ada gunanya, dan keinginan mengorbankan seumur hidup untuk cita-cita yang paling mulia, tidak ada gunanya jika seseorang bekerja sendirian, secara tersendiri, di sudut Amerika, berjuang melawan pemerintah yang buruk dan kondisi sosial yang menghambat kemajuan. Untuk menciptakan revolusi, orang harus memiliki apa yang ada di Kuba – mobilisasi seluruh rakyat, yang belajar cara menggunakan senjata dan latihan persatuan yang militan untuk memahami nilai senjata dan nilai persatuan.

Dan sekarang kita sampai pada inti masalah yang kita miliki di hadapan kita saat ini. Hari ini orang akhirnya memilih hak dan bahkan kewajiban menjadi, di atas segalanya, dokter revolusioner, yaitu orang yang memanfaatkan pengetahuan teknis dari profesinya dalam pelayanan revolusi dan rakyat. Tapi sekarang pertanyaan lama muncul kembali: Bagaimana seseorang benar-benar melakukan pekerjaan sosial? Bagaimana seseorang menyatukan usaha individu dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat?

Kita harus meninjau kembali setiap kehidupan kita, apa yang kita lakukan dan pikirkan sebagai dokter, atau dalam fungsi kesehatan masyarakat apapun sebelum revolusi. Kita harus melakukan ini dengan semangat kritis yang mendalam dan akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa hampir semua yang kita pikirkan dan rasakan di periode masa lalu harus disimpan dalam arsip, dan jenis manusia baru harus diciptakan. Jika setiap orang dari kita menghabiskan upaya maksimal menuju penyempurnaan jenis manusia baru itu, akan lebih mudah bagi rakyat untuk menciptakannya dan menjadikannya sebagai contoh bagi Kuba yang baru.

Adalah baik bagi saya menekankan pada kalian, penduduk Havana yang hadir di sini, gagasan ini: di Kuba jenis manusia baru sedang diciptakan, yang tidak hanya berada di sini, di ibukota, tetapi ditemukan di setiap sudut di negeri ini. Kalian yang ikut ke Sierra Maestra pada 26 Juli harusnya telah melihat dua hal baru yang benar-benar tidak dikenal sebelumnya. Pertama, seorang prajurit dengan cangkul dan kapak, seorang prajurit dengan kebanggaan berparade dalam festival-festival patriotik (provinsi) Oreinte dengan kapak dan cangkul yang diacungkan, ketika kawan-kawan militer mereka berbaris dengan senapan. Tapi kau harusnya telah melihat sesuatu yang bahkan lebih penting. Kau harusnya telah melihat anak-anak yang nampak dari fisiknya berusia delapan atau sembilan tahun, namun hampir semuanya, sebenarnya, berusia 14 atau 15 tahun. Mereka adalah anak-anak yang paling otentik di Sierra Maestra, anak cucu yang paling otentik dari kelaparan dan penderitaan. Mereka adalah makhluk-makhluk yang kekurangan gizi.

Di Kuba yang kecil ini, dengan empat atau lima saluran televisi dan ratusan stasiun radio, dengan kemajuan ilmu pengetahuan modern, ketika anak-anak itu datang ke sekolah untuk pertama kalinya pada malam hari dan melihat bola lampu listrik, mereka berseru, bintang-bintang begitu dekat pada malam ini. Dan anak-anak ini, sebagian dari kalian harusnya telah melihat, mereka belajar keterampilan di sekolah-sekolah kolektif, dari membaca sampai keteknikan, dan bahkan ilmu pengetahuan yang sangat sulit, yakni menjadi revolusioner.

Mereka adalah manusia-manusia baru yang sedang dilahirkan di Kuba. Mereka dilahirkan di daerah terpencil, di berbagai tempat di Sierra Maestra, dan juga di koperasi dan pusat-pusat kerja. Semua hal ini berhubungan dengan tema yang menjadi pembicaraan kita hari ini, penyatuan dokter atau pekerja kesehatan lainnya, ke dalam gerakan revolusioner. Tugas mendidik dan memberi makan anak-anak, tugas mendidik prajurit, tugas mendistribusikan tanah-tanah peninggalan tuan tanah kepada mereka yang bekerja setiap hari di atas tanah yang sama tanpa menerima manfaatnya, adalah pencapaian pengobatan sosial yang telah dilakukan di Kuba.

Prinsip dasar perjuangan melawan penyakit seharusnya berdasar pada penciptaan tubuh yang kuat; tapi, bukan penciptaan tubuh yang kuat oleh kerja artistik dari seorang dokter terhadap organisme yang lemah; melainkan, penciptaan tubuh yang kuat dengan kerja seluruh kolektivitas, untuk keseluruhan kolektivitas sosial.

Oleh karena itu, suatu hari nanti, kedokteran harus mengubah diri menjadi ilmu yang berfungsi mencegah penyakit dan mengarahkan masyarakat untuk melaksanakan tugas-tugas medisnya. Kedokteran seharusnya hanya mengintervensi dalam kasus-kasus yang sangat mendesak, untuk melakukan pembedahan atau sesuatu yang lain yang berada di luar keterampilan rakyat dalam masyarakat baru yang sedang kita ciptakan.

Pekerjaan yang saat ini dipercayakan pada Menteri Kesehatan dan organisasi sejenisnya adalah menyediakan layanan kesehatan publik untuk sebanyak mungkin orang, melembagakan program pengobatan preventif, dan mengarahkan masyarakat untuk melakukan praktik higienis.

Tapi tugas organisasi ini, sebagaimana untuk semua tugas-tugas revolusioner, pada dasarnya adalah yang individu butuhkan. Revolusi bukanlah, sebagaimana dipahami sebagian orang, merupakan standarisasi kehendak kolektif, standarisasi inisiatif kolektif. Sebaliknya, revolusi adalah pembebas kapasitas individu manusiawi. Apa yang dilakukan revolusi, bagaimanapun juga, adalah mengarahkan kapasitas tersebut.

Dan tugas kita sekarang adalah mengarahkan kemampuan kreatif semua profesional medis ke tugas-tugas kedokteran sosial.

Kita berada di akhir sebuah era, dan hanya di sini, di Kuba. Tidak peduli apa yang diharapkan atau dikatakan sebaliknya, bentuk kapitalisme yang kita ketahui, di mana kita dibesarkan, dan di mana kita menderita, sedang dikalahkan di seluruh dunia. Monopoli sedang dibuang, ilmu pengetahuan kolektif menghasilkan kemenangan baru dan penting setiap harinya. Di Amerika, kita memiliki tugas yang membanggakan dan penuh pengabdian untuk menjadi pelopor sebuah pergerakan pembebasan yang dimulai sejak lama di benua-benua lain yang ditundukkan, Afrika dan Asia. Perubahan sosial yang begitu mendalam menuntut perubahan sosial yang sama pada struktur mental masyarakat.

Individualisme, dalam bentuk tindakan individual seseorang secara sendiri-sendiri dalam lingkungan sosialnya, harus menghilang di Kuba. Di masa depan, individualisme harus menjadi pemanfaatan efisien seluruh individu untuk kepentingan komunitas yang sesungguhnya. Tidak cukup bahwa ide ini dipahami hari ini, bahwa kalian semua memahami apa yang saya katakan dan siap sedikitnya berpikir tentang masa kini dan masa lalu, serta apa masa depan yang seharusnya. Untuk mengubah cara berpikir, dibutuhkan untuk memahami perubahan internal yang mendalam dan menyaksikan perubahan eksternal yang mendalam, terutama dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban kita kepada masyarakat.

Perubahan eksternal itu terjadi di Kuba setiap hari. Salah satu cara untuk mengenal Revolusi dan menjadi sadar pada energinya yang tersimpan di dalamnya, tertidur sekian lama di dalam diri rakyat, adalah dengan mengunjungi seluruh Kuba dan melihat koperasi dan pusat-pusat kerja yang sedang dibuat saat ini. Dan salah satu cara untuk mendapatkan inti dari pertanyaan medis adalah tidak hanya mengunjungi dan berkenalan dengan orang-orang yang membentuk koperasi-koperasi sama dan pusat-pusat kerja, tapi menemukan penyakit apa yang mereka miliki, apa penderitaan mereka, apa kesengsaraan yang mereka alami selama bertahun-tahun, dan apa yang telah menjadi warisan penindasan dan penundukkan total selama berabad-abad. Dokter, pekerja kesehatan, harus menuju pada inti dari pekerjaan barunya, yaitu manusia yang berada di tengah massa, manusia yang berada di dalam kolektivitas.

Selalu, tidak peduli apa yang terjadi di dunia ini, dokter sangat dekat dengan pasiennya dan mengetahui kedalaman jiwanya yang terdalam. Karena dialah yang mengatasi rasa sakit dan meredakannya, dia melakukan kerja yang tak ternilai dari sekian banyak pekerjaan di masyarakat.

Beberapa bulan yang lalu, di sini, di Havana, ada satu kejadian, sekelompok dokter yang baru lulus tak mau pergi ke pedesaan yang jauh dan menuntut ganjaran upah besar sebelum mereka menyetujuinya. Dari sudut pandang masa lalu, hal ini sangat logis terjadi; setidaknya, menurut saya, saya bisa sangat memahaminya. Situasi ini mengingatkan saya pada diri saya dan apa yang saya pikirkan beberapa tahun lalu. [Dalam kasus saya] lagi-lagi kisah tentang gladiator pemberontak, pejuang soliter yang ingin memastikan masa depan yang lebih baik, kondisi yang lebih baik dan membuktikan bahwa orang-orang membutuhkannya.

Namun apa yang akan terjadi bila, bukan anak-anak muda tersebut, yang keluarga-keluarganya rata-rata sanggup membayari kuliah mereka selama bertahun-tahun, tapi yang lainnya, yang kurang memiliki sarana-sarana (keberuntungan) namun berhasil menyelesaikan kuliahnya, yang memulai menjalankan profesi tersebut? Apa yang akan terjadi bila dua atau tiga ratus petani miskin berhasil lulus, katakanlah secara ajaib, dari ruang-ruang universitas?

Apa yang akan terjadi adalah, sederhana saja, bahwa para petani miskin itu akan segera bergegas, dengan semangat tanpa pamrih, pergi menolong saudara-saudaranya. Mereka akan meminta pekerjaan yang paling sulit dan bertanggung jawab untuk menunjukkan apa yang mereka pelajari selama bertahun-tahun tidak sia-sia. Apa yang terjadi sebenarnya adalah bahwa kejadian tersebut terkabul: pada enam tahun atau tujuh tahun ke depan, mahasiswa-mahasiswa baru, anak-anak buruh dan petani miskin, menerima gelar profesional dalam bidangnya masing-masing.

Tapi kita tidak boleh memandang masa depan dengan fatalisme dan memisahkan antara anak-anak kelas pekerja dan petani miskin dengan anak-anak kontra-revolusioner, karena itu simplistik, karena hal itu tidak benar, dan karena tidak ada yang lebih mendidik manusia terhormat daripada hidup dalam revolusi. Tak satu pun dari kelompok pertama yang tiba di Granma, yang menetap di Sierra Maestra, dan belajar untuk menghargai petani miskin dan pekerja yang tinggal bersamanya, memiliki latar belakang petani miskin atau kelas pekerja. Tentu saja, ada di antara mereka yang harus bekerja, yang telah mengetahui penderitaan tertentu pada masa kecil; tapi kelaparan, apa yang disebut dengan kelaparan yang nyata, adalah sesuatu yang tidak pernah kami alami. Tapi kami mulai mengetahuinya dalam dua tahun yang panjang di Sierra Maestra. Dan kemudian banyak hal menjadi sangat jelas.

Kami, yang pada awalnya menghukum berat siapapun yang menyentuh properti, bahkan (milik) dari seorang petani kaya atau pemilik lahan, membawa 10 ribu ekor sapi ke Sierra pada suatu hari dan berkata pada para petani miskin, sederhana, “Makanlah”. Dan para petani itu, untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun, beberapa di antara mereka untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, memakan daging sapi.

Rasa hormat yang kami miliki atas hak milik sakral 10 ribu ekor sapi itu, sirna selama pertempuran bersenjata, dan kami memahami dengan sempurna bahwa kehidupan seorang manusia lebih berharga sejuta kali daripada seluruh kekayaan milik orang terkaya di muka bumi. Dan kami memahaminya; kami, yang bukan dari kelas pekerja atau kelas petani miskin. Dan apakah kami akan mengatakan ke empat penjuru mata angin, kami orang-orang yang memiliki sarana-sarana (keberuntungan), bahwa orang lain di Kuba tidak dapat mempelajarinya juga? Ya, mereka dapat mempelajarinya, dan selain itu, Revolusi hari ini menuntut mereka mempelajarinya, menuntut hal itu dipahami dengan baik, lebih penting daripada gaji yang besar adalah kebanggaan melayani sesama; yang jauh lebih pasti dan jauh lebih tahan lama daripada semua emas yang dapat dikumpulkan, adalah rasa terima kasih seorang rakyat. Dan setiap dokter, yang berada dalam lingkaran aktivitasnya, dapat dan harus mengumpulkan harta karun yang berharga itu, rasa terima kasih rakyatnya.

Kita harus, kemudian, mulai menghapuskan konsep-konsep usang dan mulai mendekat dan lebih dekat dengan rakyat dan menjadi semakin sadar. Kita harus mendekati mereka dengan cara tidak seperti sebelumnya. Kalian semua akan berkata, ‘Tidak. Saya menyukai rakyat. Saya suka berbicara dengan pekerja dan petani miskin, dan saya pergi ke sini atau ke sana pada hari Minggu untuk melihat ini itu.” Semua orang melakukannya. Tapi kita melakukannya sebagai praktik amal, dan apa yang harus kita praktikkan pada hari ini adalah solidaritas. Kita seharusnya tidak pergi ke orang-orang itu dan berkata, “Di sinilah kami. Kami datang untuk memberikan sumbangan dengan kehadiran kami, untuk mengajari kalian ilmu pengetahuan kami, untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan kalian, kurang berbudayanya kalian, ketidaktahuan kalian dengan hal-hal dasar.” Sebagai gantinya, kita harus datang dengan pikiran yang ingin tahu dan semangat yang rendah hati untuk belajar dari sumber-sumber kebijaksanaan yang ada pada rakyat.

Kemudian kita akan menyadari, berkali-kali, betapa kelirunya kita dalam konsep-konsep yang begitu kita kenal ketika mereka menjadi bagian dari kita dan secara otomatis menjadi bagian dari pemikiran kita. Seringkali kita perlu mengubah konsep-konsep kita, tidak hanya konsep umum, sosial atau filosofis, tetapi juga terkadang, konsep kedokteran kita.

Kita akan melihat bahwa penyakit tidak harus selalu diobati seperti di rumah sakit di kota besar. Kita akan melihat bahwa dokter juga harus menjadi seorang petani dan menanam makanan dan benih baru, sebagai contoh, keinginan untuk mengonsumsi makanan baru, untuk meragamkan struktur nutrisi Kuba, yang sangat terbatas, sangat miskin, di salah satu negeri terkaya di dunia, dalam pertanian dan potensinya. Kita akan melihat, kemudian, bagaimana seharusnya kita, dalam keadaan ini, sedikit pedagogis—kadang sangat pedagogis. Penting juga untuk menjadi politisi, dan hal pertama yang harus kita lakukan adalah tidak pergi kepada rakyat menawarkan mereka kebijaksanaan kita. Sebaliknya, kita harus pergi untuk menunjukkan bahwa kita akan belajar bersama-sama dengan rakyat, bahwa bersama-sama kita akan melakukan eksperimen yang hebat dan indah: pembangunan Kuba yang baru.

Banyak langkah yang telah diambil. Ada jarak yang tidak dapat diukur dengan cara yang lazim antara hari pertama Januari 1959 dengan hari ini. Mayoritas orang telah lama mengerti bahwa tidak hanya seorang diktator yang dijatuhkan di sini, tapi juga sebuah sistem. Sekarang adalah bagian yang harus dipelajari rakyat, bahwa di atas reruntuhan sistem yang membusuk, kita harus membangun sistem baru yang akan membawa kebahagiaan penuh bagi rakyat.

Saya ingat bahwa suatu waktu di bulan-bulan awal tahun lalu, kawan Guillên tiba dari Argentina. Dia saat ini adalah penyair besar yang sama seperti dulu, walaupun mungkin dulu buku-bukunya diterjemahkan ke dalam satu atau dua bahasa saja, yang kini dia mendapatkan pembaca baru setiap harinya dalam semua bahasa di dunia. Tapi dia yang dulu adalah pria yang sama seperti dirinya hari ini. Bagaimanapun juga, dulu sulit bagi Guillên untuk membaca puisi-puisinya di sini, puisi populer, puisi rakyat, karena saat itu, pada zaman pertama, adalah zaman prasangka. Dan tak seorang pun pernah berpikir bahwa selama bertahun-tahun, dengan dedikasi yang teguh, penyair Guillên telah menempatkan semua bakat puisinya yang luar biasa untuk melayani rakyat dan tujuan yang dia yakini. Dulu orang-orang melihat dia, bukan sebagai kemuliaan Kuba, tapi sebagai perwakilan partai politik yang tabu.

Sekarang semua hal itu telah dilupakan. Kita telah belajar bahwa tidak ada perbedaan dalam sudut pandang di struktur internal tertentu negeri kita, jika kita memiliki musuh yang sama dan tujuan yang sama. Apa yang harus kita sepakati adalah apakah kita memiliki musuh bersama atau tidak dan apakah kita berusaha mencapai suatu tujuan bersama.

Sekarang kita menjadi yakin bahwa pasti ada musuh bersama. Tidak ada yang melihat dari balik bahunya (menoleh) apakah ada orang yang mungkin mendengar–mungkin dari beberapa agen kedutaan yang akan mengirimkan informasi–sebelum memberikan pendapat terhadap monopoli, sebelum mengatakan dengan jelas, “Musuh kami, dan musuh seluruh Amerika, adalah pemerintahan Amerika Serikat ang monopolistik .’ Jika sekarang setiap orang tahu bahwa itu adalah musuh, dan akan diketahui juga siapapun yang bertarung melawan musuh itu akan memiliki kesamaan dengan kita, maka kita akan sampai pada bagian kedua. Di mana dan sekarang, bagi Kuba, apa tujuan kita? Apa yang kita inginkan? Apakah kita tidak menginginkan kebahagiaan rakyat? Apakah kita, atau kita tidak berjuang untuk pembebasan total ekonomi Kuba?

Apakah kita berjuang untuk menjadi bangsa merdeka di antara bangsa-bangsa yang merdeka tanpa memiliki blok militer sama sekali, tanpa harus berkonsultasi dengan kedutaan besar dari kekuatan besar di bumi mengenai tindakan internal atau eksternal yang akan diambil di sini? Jika kita berencana mendistribusikan kekayaan milik mereka yang terlalu banyak untuk memberikannya kepada orang yang tidak memiliki apa-apa; jika kita berniat menjadikan kerja kreatif sehari-hari, sumber dinamis dari seluruh kebahagiaan kita, maka kita memiliki tujuan-tujuan untuk dikerjakan. Dan siapa pun yang memiliki tujuan yang sama adalah teman kita. Jika dia memiliki konsep lain yang berbeda, jika dia memiliki suatu organisasi yang berbeda atau hal lainnya, maka hal itu adalah masalah kecil.

Di saat-saat bahaya besar, dalam momen-momen ketegangan yang hebat dan penciptaan yang luar biasa, yang penting adalah musuh besar dan tujuan yang besar. Jika kita sudah sepakat, jika kita semua tahu sekarang ke mana kita akan pergi – dan biarkan dia yang berduka kepada siapa yang akan menyebabkannya – kemudian, kita harus memulai pekerjaan kita.

Saya mengatakan pada kalian, bahwa menjadi seorang revolusioner, pertama-tama kalian harus memiliki sebuah revolusi. Kita telah memilikinya. Selanjutnya, kalian harus mengenal rakyat yang akan bersama kalian untuk bekerja. Saya pikir kita belum berkenalan dengan baik, bahwa kita masih harus bepergian sebentar di jalan itu. Kalian bertanya pada saya, apa kendaraan untuk mengenal rakyat, selain hidup bekerja di koperasi-koperasi dan bekerja di dalamnya. Tidak semua orang bisa melakukan hal ini, dan ada banyak tempat di mana kehadiran seorang pekerja kesehatan sangat penting. Saya akan mengatakan bahwa milisi revolusioner adalah salah satu perwujudan solidaritas rakyat Kuba. Milisi sekarang memberikan sebuah fungsi baru bagi dokter dan mempersiapkan dokter untuk apa yang, sampai beberapa waktu lalu, kesedihan dan kenyataan yang hampir fatal bagi Kuba, yaitu, bahwa kita akan menjadi korban serangan bersenjata yang sangat luas.

Saya harus memperingatkan bahwa dokter, dalam fungsi tentara dan revolusioner, harus selalu menjadi seorang dokter. Kalian tidak seharusnya melakukan kesalahan yang kami lakukan di Sierra. Atau mungkin itu bukanlah sebuah kesalahan, tapi semua kawan tenaga medis pada periode itu mengetahuinya. Nampaknya tidak terhormat bagi kami untuk tetap berada di sisi orang yang terluka atau sakit, dan kami mencari segala kemungkinan untuk meraih senapan dan membuktikan apa yang bisa kami lakukan di medan perang.

Sekarang kondisinya berbeda, dan pasukan baru yang dibentuk untuk membela negeri ini harus menjadi pasukan dengan taktik-taktik yang berbeda. Dokter akan menjadi sangat penting dalam rencana pasukan yang baru. Dia harus terus menjadi seorang dokter, yang merupakan salah satu tugas yang paling indah dan paling penting dalam perang. Dan tidak hanya dokter, tapi juga perawat, teknisi laboratorium, dan seluruh orang yang mendedikasikan dirinya pada profesi yang sangat manusiawi ini, dia sangat penting.

Meskipun kita tahu bahaya laten dan sedang mempersiapkan diri kita untuk mengusir agresi yang masih eksis di atmosfer, kita harus berhenti memikirkannya. Jika kita menjadikan persiapan perang sebagai pusat perhatian kita, kita tidak akan bisa mengabdikan diri pada pekerjaan kreatif. Semua pekerjaan dan modal yang kita tanamkan dalam mempersiapkan aksi militer menjadi pekerjaan sia-sia dan membuang-buang uang. Sayangnya, kita harus melakukan itu, karena ada pihak lain yang mempersiapkan diri mereka. Tapi, hal itu adalah – dan saya katakan ini dengan penuh kejujuran, demi kehormatan saya sebagai seorang prajurit – kebenaran bahwa pengeluaran yang paling menyedihkan saya adalah ketika menyaksikan uang keluar dari Bank Nasional, yang akan digunakan untuk membayar senjata.

Meskipun demikian, milisi memiliki suatu fungsi di masa damai; milisi harus berada, di pusat-pusat penduduk, menjadi alat yang menyatukan rakyat. Solidaritas yang ekstrim harus dipraktikkan, seperti yang telah saya katakan, itu dipraktikkan oleh milisi dokter. Di saat bahaya, mereka harus segera pergi menyelesaikan masalah orang-orang miskin di Kuba. Tapi milisi juga menawarkan kesempatan untuk hidup bersama, bergabung dan disetarakan dengan seragam, dengan orang-orang dari seluruh kelas sosial di Kuba.

Jika kita para pekerja kesehatan – dan izinkan saya untuk menggunakan sekali lagi gelar yang telah saya lupakan beberapa waktu lalu – jika kita menggunakan senjata baru ini, solidaritas, jika kita ingin berhasil, jika kita tahu tujuan kita, tahu musuh kita, dan tahu arah yang kita ambil, maka semua yang tersisa untuk kita ketahui adalah bagian dari jalan yang harus kita lindungi setiap hari. Dan bagian itu, tidak ada yang bisa menunjukkan pada kita; bagian itu adalah perjalanan pribadi bagi setiap individu. Bagian itu adalah apa yang akan kita lakukan setiap hari, apa yang dia akan kumpulkan dari pengalaman individual, dan apa yang dia akan berikan dari dirinya dalam latihan profesinya, yang didedikasikan pada kesejahteraan rakyat.

Sekarang kita memiliki semua elemen untuk perjalanan kita menuju masa depan, marilah kita mengingat nasihat Martí. Meskipun pada momen ini saya mengabaikannya, orang harus terus mengikutinya, “Cara terbaik untuk mengatakan adalah dengan melakukannya.” Mari kita berbaris, lalu, menuju masa depan Kuba.

Diterjemahkan dari versi Bahasa Inggris: On Revolutionary Medicine (Beth Kurti) oleh Sarinah
Judul asli: Obra Revolucionaria

Blog adalah kolom yang berisi posisi-posisi individu pengurus, anggota maupun eksternal untuk bertukar-pikiran. 


Melatih Keberanian

Pagi menjelang, buruh-buruh bangun dari lelap tidurnya, mandi, memakai minyak wangi agar nanti bau keringat tersamar. Buruh berjalan perlahan menuju titik jemputan, menyalakan sepeda motor…

Read More

Polisi Serang Pemogokan Buruh TNT/FedEx di Dekat Milan

Pada malam 9 Juni, kepolisian menyerang dengan kekerasan tenda perjuangan buruh di Peschiera Borromeo, gudang TNT/FedEx di dekat Milan, yang menunjukkan, sekali lagi, peran negara…

Read More

Makna Menjadi Anggota Serikat Pekerja Buat Saya

Saya akan menceritakan pengalaman pertama saya masuk ke dunia serikat pekerja. Pertama, perkenalkan nama saya Cecep, asal dari Tasikmalaya, pendidikan terakhir saya SMA. Sebelum saya…

Read More
About the author

Sarinah: Juru Bicara Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan. Mengerjakan urusan-urusan mengelola website, komunikasi organisasi dan tulis-menulis.

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *