F-SEDAR Belajar, berpolitik, sejahtera!
28 Desember 2019 / 0 Comments / Blog

Waktu Istirahat Hilang Karena Lembur, Akibatnya Fatal

Foto ilustrasi: Pixabay.

Sebagai buruh dengan status baru masuk diterima kerja di suatu perusahaan, pastinya aku tidak mau membuat suatu kesalahan baik dari segi pekerjaan maupun dari kehadiran (absensi). Sebagai buruh baru, pastinya aku  berusaha bekerja dengan sebaik mungkin dan berusaha mengejar target yang diberikan dari perusahaan. Setiap hari aku bekerja sesuai dengan target yang diinginkan perusahaan dan berusaha sebaik mungkin agar dilihat baik oleh atasan.

Karena target yang diberikan perusahaan banyak dan aku berusaha memenuhinya, tanpa terasa waktu sebulan berlalu.  Aku baru kali ini merasakan lelahnya bekerja karena target. Waktu itu posisi aku tinggal bersama orang tua di daerah Jakarta Timur, sedangkan tempat kerjaku di Cikarang. Berangkat pagi jam 05.30 WIB sampai di pabrik jam 7 lewat. Masuk kerja jam 07.30, pulang kerja jam 16.30, sampai di rumah orang tua jam 18.30.

Setiap hari aku lakukan rutinitasku bekerja dengan pergi pagi pulang malam. Suatu ketika karena ada tarikan lebih awal dari customer, maka produksi hari itu tidak bisa menutupi kebutuhan customer. Untuk menutupi kebutuhan itu, haruslah ada penambahan jam kerja. Karenanya hari itu aku dan beberapa rekan disuruh lembur, untuk menutupi kekurangan yang akan dikirim ke customer.

Pagi harinya karena aku kelelahan kerja dan jam tidurku kurang, aku bangun kesiangan. Karena bangun kesiangan, aku berangkat kerja mengendarai motor dengan ngebut, supaya aku tidak telat masuk kerja.

Aku takut terlambat masuk kerja, lampu rambu lalu-lintas tidak begitu memperhatikan. Dan akhirnya aku menabrak pengendara motor lainnya, pengendara motor yang aku tabrak terpental sampai dua meteran, motornya pun terguling, sedangkan posisiku dan motor aku masih tegak berdiri. Aku takut terkena amuk massa, tapi untung aku selamat.

Pengalamanku hari itu, aku jadikan pelajaran. Mulai hari itu, kalaudisuruh atau diajak lembur, aku selalu menolak. Takut kecelakaan pada hari itu terulang lagi.

Blog adalah kolom yang berisi posisi-posisi individu pengurus, anggota maupun eksternal untuk bertukar-pikiran. 


Share:

Di Balik Gorengan Propaganda AICE tentang Tuntutan Gaji 11 Juta

Pihak pengusaha AICE menyatakan bahwa buruh telah menuntut gaji Rp11 juta dan mereka tidak mampu memenuhinya. Pemberitaan ini muncul di beberapa media dan yang terbaru…

Read More
Haft Tappeh Workers 41 day strikes

Suara Buruh Haft Tappeh adalah Suara Kita!

Lantangkan Suara, Kita Kerahkan Tenaga dan Kekuatan ke Garis Depan! Epidemi virus Corona, telah memaksa seluruh negara kapitalis, termasuk Republik Islam Iran, untuk bersembunyi, Virus…

Read More

Buruh Hamil Harus Dapat Perlindungan

Buruh hamil mengalami kerentanan karena kondisi fisik mereka tidak memungkinkan untuk bekerja berat. Kondisi ini dirasakan oleh pekerja perempuan di PT Alpen Food Industry yang…

Read More
About the author

Putrop:

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *